Polda Jawa Tengah Tangani 722 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Polda Jateng dan jajaran menangani 722 kasus kekerasan perempuan-anak serta perdagangan manusia sepanjang Januari-Agustus 2026.
Anthony Sinisuka Ginting - Instagram :@sinisukanthony
Harianjogja.com, JAKARTA—Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memaparkan bahwa hasil evaluasi terhadap timnas yang berlaga pada World Tour Finals 2022 di Bangkok, Thailand diketahui sejumlah pemain masih belum maksimal dalam mengatur fokus.
BACA JUGA: Indonesia Gagal Total di BWF World Tour Finals 2022
Dari turnamen akhir tahun itu, Indonesia hanya memboyong dua gelar runner-up yang diraih ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting.
"Kalau di final saya lihat Ahsan/Hendra ada penurunan fokus terutama di gim ketiga, tapi memang dengan usia dan kondisi dari babak awal sudah main habis-habisan hasil ini maksimal buat mereka," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Rionny Mainaky lewat rilis resmi di Jakarta, Senin (12/12/2022).
Penilaian serupa juga ditujukan kepada Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Pasangan itu dinilai sudah mengantongi kemampuan yang sangat baik, sayangnya mereka belum bisa menjaga konsistensi permainan saat berada dalam poin-poin penting.
Untuk tunggal putra, Rionny mengungkapkan kekuatan sudah merata. Baik Jonatan Christie maupun Ginting sudah selevel dengan lawan-lawannya, sehingga siapapun yang paling siap di lapangan maka punya peluang kemenangan lebih besar.
"Untuk Jojo dan Ginting secara pengalaman, kematangan pukulan, dan pola permainan sudah cukup. Lawan-lawannya semua sudah satu level bisa dikatakan begitu, jadi siapa yang siap dia yang menang," ungkap Rionny.
Rionny turut menyoroti penampilan Ginting di babak final menghadapi juara Olimpiade Tokyo Viktor Axelsen. Menurutnya, Ginting sudah mengeluarkan pola permainan yang benar namun masih terlalu bernafsu untuk mematikan serangan lawannya.
"Di final, Ginting sebenarnya sudah benar polanya. Hanya keyakinan dan kesabarannya masih kurang. Dia berhasil mengatur pola permainan tapi akhirnya masih buru-buru dan banyak mati sendiri. Ini yang harus diperbaiki," ujar Rionny menjelaskan.
Meski begitu, Rionny mengaku puas dengan performa seluruh delapan wakil Indonesia yang tampil pada BWF World Tour Finals 2022. Seluruh pemain punya semangat berjuang yang patut diapresiasi, meskipun memang ada sejumlah hal yang harus diperhatikan.
"Secara keseluruhan kalau dilihat perjuangan anak-anak sudah maksimal ya, sudah bagus. Apalagi melihat yang baru bermain di sini seperti Gregoria dan Rinov/Pitha. Semua semangatnya luar biasa, tidak mudah menyerah dan kemauan untuk menangnya besar," pungkas Rionny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polda Jateng dan jajaran menangani 722 kasus kekerasan perempuan-anak serta perdagangan manusia sepanjang Januari-Agustus 2026.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.
Trailer terbaru Memburu Pemangsa ungkap investigasi empat jurnalis yang berubah menjadi teror demonologi. Dibintangi Laura Basuki dan Prilly Latuconsina.