SIM Keliling Polda Jogja Jumat 18 September 2026, Cek Lokasi di Berbah dan Mall
Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda Jogja Jumat 18 September 2026 di Berbah Sleman. Cek lokasi, syarat BPJS Kesehatan, dan biaya PNBP.
Foto ilustrasi mobile legend. /playstore.
Harianjogja.com, JOGJA—Minat e-sport di kalangan pelajar dan mahasiswa terus meningkat seiring ditetapkannya permainan ini masuk dalam cabang olahraga yang diperlombakan. Sedikitnya 800 pelajar dari berbagai kota di Indonesia mengikuti kompetisi Mobile UTDI Mobile Legends Championship pada Sabtu (25/2/2023). Kegiatan yang digelar di kampus UTDI, Banguntapan, Bantul ini untuk mendorong pencarian bibit unggul atlet e-sport.
Ketua Panitia Kegiatan Arif Abdillah menjelaskan kegiatan itu diikuti sebanyak 138 kelompok yang didalamnya terdapat 800 pelajar dari berbagai kota di Indonesia. Proses babak penyisihan digelar secara online selama empat hari. Kemudian didapatkan kelompk yang masuk dalam tahap 16 besar yang akan bertanding secara live di Kampus UTDI pada Minggu (26/2/2023).
BACA JUGA : Komunitas Esports Gunungkidul Segera Miliki Wadah Resmi
“Antusias pelajar sangat tinggi, dari sisi asal pelajar tergolong merata meskipun memang paling banyak dari Jogja. Rinciannya dari DIY ada 95 squad, Jateng 12 squad, Jatim 5 squad, Banten dan Kalbar masing-masing 3 squad. Kemudian DKI, Riau dan Sumut masing-masing 2 squad dan ada dari Bali, Kalteng dan Sulsel,” kata mahasiswa yang juga pegiat komunitas E-Sport ini.
Penanggungjawab Kegiatan Ariesta Damayanti mengatakan pada tahap 16 besar para peserta yang lolos akan datang secara langsung. Meski demikian tidak semuanyanya pertandingan disiarkan secara langsung di akun Youtube.
“Di kampus kami sudah ada komunitas mahasiswa e-sport, mereka sering menggelar kegiatan kompetisi tingkat mahasiswa. Memang peminatnya sangat banyak. Kami mengarahkan mereka agar seimbang antara kegiatan kuliah dengan menekuni bidang ini,” katanya.
Rektor UTDI Totok Suprawoto menyatakan kampusnya memiliki komitmen untuk mendukung pengembangan minat dan bakat generasi muda di bidang e-sport. Di tengah perkembangan teknologi saat ini game memang tidak bisa dipisahkan dari kaum muda. Oleh karena itu harus menjadikan peluang bagi generasi muda baik pelajar maupun mahasiswa untuk berprestasi. Tentunya melalui pendampingan dan pengawasan.
“Sekarang ini sudah bukan zamannya lagi, jika game dianggap sebagai penghambat prestasi. Menurut kami jangan gunakan game untuk menghambat prestasi, tapi justru gunakanlah game untuk berprestasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda Jogja Jumat 18 September 2026 di Berbah Sleman. Cek lokasi, syarat BPJS Kesehatan, dan biaya PNBP.
PSEL Bogor Raya menargetkan listrik 20 MW–30 MW dari 1.500 ton sampah per hari, sekaligus menangani timbunan lama TPAS Galuga.
Pemerintah menargetkan kontrak Giant Sea Wall Pantura sepanjang 575 km mulai dibagi pada awal 2027 untuk melindungi pesisir Jawa.
Penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga Agustus 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari PPN PMSE.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.