Guru Sudah Cukup, Pemkab Bantul Tutup Rekrutmen Honorer
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Sejumlah peserta saat mengikuti Festival Panahan Tradisional yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIY didukung Puro Pakualaman dan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani DIY). (Email)
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan pemanah dari seluruh Indonesia berkumpul mengikuti Festival Panahan Tradisional yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIY didukung Puro Pakualaman dan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani DIY). Kegiatan olahraga ini sekaligus dalam rangka memperingati Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-211 Masehi.
Para peserta yang berpartisipasi menggunakan baju khas daerah masing-masing. Penjabat Walikota Jogja Singgih Raharjo mengungkapkan, kegiatan ini rutin dilakukan agar para pemanah tradisional di seluruh Indonesia melestarikan olahraga panahan serta menjadi awal adanya Festival Panahan Tradisional bertaraf Internasional.
''Ini merupakan wahana bertemunya para pemanah tradisional di seluruh Indonesia untuk bersama-sama melestarikan panahan. Selain itu, kami rencanakan akan mengadakan festival panahan tradisional bertaraf Internasional," jelas Singgih.
Singgih menambahkan, panahan tradisional termasuk kegiatan olahraga khas Kerajaan Mataram atau dikenal dengan jemparingan gaya Mataram Ngayogyakarta. Busur panahnya pun terbuat dari bahan yang ramah lingkungan yakni terbuat dari kayu dan bambu bukan menggunakan material buatan pabrik.
"Panahan tradisional ini menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan baik dari busur, gendewa dan targetnya. Menjadi unik dan menarik lagi karena semua pemanah menggunakan pakaian tradisional masing-masing daerahnya," ujarnya.
Salah satu peserta dari Komunitas Taman Sriwedari Surakarta Eddy Roostopo mengungkapkan, dirinya merasa bangga dan senang masih banyak yang ikut melestarikan panahan tradisional ini. Eddy merupakan atlet panahan tradisional yang meraih satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu dengan rekor jarak 50 meter pada PON XI tahun 1985 di Jakarta.
"Saya ingin menyebar virus jemparingan di seluruh nusantara. Sehingga mereka bisa jemparingan. Tidak hanya jemparingan dengan gaya Mataram, monggo silahkan dari berbagai daerahnya bisa diterapkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Polres Bantul meningkatkan pengamanan jelang Iduladha 2026 untuk mengantisipasi tawuran dan kejahatan jalanan serta mengaktifkan siskamling.
Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 merupakan hasil kolaborasi German Federal Foreign Office, German Academic Exchange Service (DAAD), UII, dan Euraxess
Ferrari Luce resmi meluncur sebagai mobil listrik pertama Ferrari dengan harga Rp10 miliar dan menjadi simbol transisi EV supercar.
Marc Marquez hadapi cedera serius hingga pertimbangkan pensiun dini. Kontrak baru dengan Ducati memuat klausul bebas penalti jika kondisi fisik tak membaik.
West Ham resmi terdegradasi ke Championship dengan 39 poin. Simak analisis kegagalan The Hammers musim 2025/2026, mulai dari transfer hingga krisis lini belakan