Pembacokan Petugas TPR Parangtritis Dipicu Dugaan Alat Pancing Hilang
Polisi mengungkap motif pembacokan petugas TPR Parangtritis di Bantul. Dua pelaku nekat menyerang korban karena menduga alat pancing mereka hilang.
Penyerang PSIM Jogja Aleksandar Rakic berusaha melewati pemain FC Bekasi City di Stadion Mandala Krida, Senin (11/9/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih PSIM Jogja, Kas Hartadi mengakui penampilan kedua legiun asingnya, yakni Aleksandar Rakic dan Andreas Esswein belum maksimal saat timnya dikalahkan Bekasi FC dalam Laga perdana Liga 2 awal pekan ini. Di laga itu, Laskar Mataram harus kalah dengan skor 2-3.
"Penampilan Rakic dan Esswein menurut saya belum maksimal ya di laga itu. Keduanya masih belum maksimal, semoga melawan PSKC [Cimahi], penampilan keduanya sudah maksimal," kata Kas saat ditemui di sesi latihan PSIM Jogja di Maguwoharjo Football Park, Rabu (13/9/2023).
Rakic dan Esswein, kata dia, memang dimainkan sejak menit pertama di pertandingan yang diselenggarakan di Stadion Mandala Krida itu. Rakic yang ditempatkan di lini serang terlihat sulit mencari posisi dan membuka ruang agar mendapat operan maksimal dari sisi sayap dan tengah pemain PSIM Jogja.
Selain itu dalam duel udara dan cara menjaga serta pergerakan tanpa bola Rakic masih terlihat kebingungan. Pemain berusia 36 tahun itu pun gagal mengkonversi tendangan penalti menjadi gol pada menit ke 30. Meskipun ia mencatat satu assist, penampilan yang diharapkan dari mantan top skor Liga 1 itu masih jauh dari sempurna.
Sementara Esswein yang diharapkan menjadi jenderal lapangan tengah bersama kolega duetnya Yudha Alkanza pun demikian. Perannya terbendung oleh aksi Yudha yang banyak mengeksplorasi sisi kiri dan kanan pertahanan FC Bekasi City. Alhasil pemain asal Filipina itu pun ditarik keluar di menit ke-63.
BACA JUGA: PSIM Kalah di Laga Kandang Perdana Liga 2, Ini yang Dikatakan Kas Hartadi
Kas Hartadi berpendapat, belum maksimalnya penampilan dua pemain asingnya itu lantaran sejumlah faktor. Salah satunya soal masa adaptasi yang kurang. Para pemain Laskar Mataram lainnya memang sudah menjalankan latihan sejak awal Juli, sementara Rakic dan Esswein terhitung hanya belasan hari saja menjelang bergulirnya Liga 2.
"Faktornya mungkin karena adaptasinya ya, mereka kan baru gabung juga. Selain sama pemain ini kan sudah dua bulan, mereka hanya belasan hari untuk adaptasi ke tim sehingga belum maksimal," kata juru taktik asal Solo itu.
Dalam latihan yang diselenggarakan pasca menghadapi FC Bekasi City itu skuad Laskar Mataram hanya melakukan pemulihan fisik. Materi latihan persiapan taktik untuk menghadapi PSKC Cimahi pada Minggu 17 September mendatang baru akan digelar besok. "Hari ini kita recovery saja dan besok kita akan mulai latihan taktik persiapan lawan PSKC," kata Kas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap motif pembacokan petugas TPR Parangtritis di Bantul. Dua pelaku nekat menyerang korban karena menduga alat pancing mereka hilang.
Didit Prabowo bertemu Jokowi di kediamannya di Solo. Pertemuan tertutup berlangsung sekitar 40 menit usai perayaan 1 Sura.
Indef sebut Kopdes Merah Putih bisa kurangi rentenir jika layanan cepat, mudah, dan terjangkau. Ini tantangan utamanya.
Polda Metro Jaya siagakan 4.131 personel amankan demo di Jakarta. Pengamanan fokus di Monas, DPR, hingga Bundaran HI.
Pemerintah ambil alih eks Hotel Sultan di GBK. Aset negara ini akan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.
Pemerintah Kabupaten Bantul akan kembali melanjutkan pembangunan kawasan agrowisata Bukit Dermo yang terletak di Selopamioro, Imogiri pada tahun depan.