SHDK Kartu Keluarga Jadi Sumber Kendala SPMB 2026 di Bantul
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Sejumlah elemen suporter PSIM Jogja protes, Minggu (17/9/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah suporter PSIM Jogja melakukan protes atas performa tim kebanggaan mereka yang belum tampil maksimal di dua laga awal Liga 2 2023.
Pasalnya, meski bermain di kandang sendiri, Laskar Mataram hanya mengantongi satu poin dan kini tertahan di posisi kelima klasemen sementara.
Hasil minor di kandang sendiri ini pun berbuntut panjang. Elemen suporter PSIM Jogja yang kecewa dengan hasil imbang di laga melawan PSKC Cimahi pada Minggu (17/9/2023) pun menggelar aksi protes di area keluar-masuk pemain dan ofisial pelatih.
Sebagian besar dari mereka menginginkan klub tampil maksimal sepanjang laga. Mereka menganggap bahwa permainan yang ditampilkan pemain masih jauh dari harapan. Alih-alih menuju target promosi ke Liga 1 musim depan, Laskar Mataram di musim ini harus berjuang keras keluar dari zona degradasi. "Kami menuntut kejelasan PSIM kami yang mau dibawa ke mana," teriak para suporter seusai pertandingan.
Tak hanya di luar pertandingan, selama berjalannya laga pun sejumlah titik di Stadion Mandala Krida dipenuhi dengan spanduk berisi pendapat para suporter. Satu yang cukup menyita perhatian adalah spanduk yang menbentang panjang di sisi timur stadion berbunyi Bermain lah dengan ~hati~ gaji.
BACA JUGA: Skor Hasil Akhir PSIM vs PSKC Cimahi, Laskar Mataram Gagal Menang
Jajaran manajemen dan ofisial pelatih pun menemui suporter yang tidak senang dengan penampilan tim. Pelatih Kepala PSIM Jogja Kas Hartadi mengaku akan memperbaiki semua kesalahan dari dua laga yang diraih dengan hasil minor. Kas berjanji akan menggunakan banyak variasi strategi di laga-laga selanjutnya. "Saya tidak mundur tetapi evaluasi. Para pemain juga sudah berjuang mati-matian. Dan saya juga siap untuk apapun," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Pendapatan Gunungkidul 2025 mencapai Rp2,067 triliun. PAD melampaui target, namun DPRD masih memberi sejumlah catatan untuk belanja dan infrastruktur.
Bulog telah menyerap 3,24 juta ton setara beras hingga 29 Juni 2026 dan memastikan penyerapan gabah petani terus dilakukan sepanjang tahun.
Proyeksi rupiah hari ini diperkirakan melemah di tengah penantian data ekonomi AS dan rilis neraca perdagangan serta inflasi Indonesia.
Peringatan Harganas 2026, Mendukbangga mengajak keluarga mengurangi ketergantungan gawai, menghidupkan meja makan, dan memperkuat peran ayah.
Dua pria yang viral karena melawan arus dan menantang pengendara di Jogja ditilang polisi usai menyerahkan diri ke Polresta Jogja.