SPMB SMP Bantul 2026 Dibuka Juni, Jalur Domisili Diubah
Dikpora Bantul mulai membuka tahapan SPMB SMP 2026 pada Juni mendatang. Jalur domisili wilayah kini bisa memilih tiga sekolah negeri.
Sejumlah elemen suporter PSIM Jogja protes, Minggu (17/9/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah suporter PSIM Jogja melakukan protes atas performa tim kebanggaan mereka yang belum tampil maksimal di dua laga awal Liga 2 2023.
Pasalnya, meski bermain di kandang sendiri, Laskar Mataram hanya mengantongi satu poin dan kini tertahan di posisi kelima klasemen sementara.
Hasil minor di kandang sendiri ini pun berbuntut panjang. Elemen suporter PSIM Jogja yang kecewa dengan hasil imbang di laga melawan PSKC Cimahi pada Minggu (17/9/2023) pun menggelar aksi protes di area keluar-masuk pemain dan ofisial pelatih.
Sebagian besar dari mereka menginginkan klub tampil maksimal sepanjang laga. Mereka menganggap bahwa permainan yang ditampilkan pemain masih jauh dari harapan. Alih-alih menuju target promosi ke Liga 1 musim depan, Laskar Mataram di musim ini harus berjuang keras keluar dari zona degradasi. "Kami menuntut kejelasan PSIM kami yang mau dibawa ke mana," teriak para suporter seusai pertandingan.
Tak hanya di luar pertandingan, selama berjalannya laga pun sejumlah titik di Stadion Mandala Krida dipenuhi dengan spanduk berisi pendapat para suporter. Satu yang cukup menyita perhatian adalah spanduk yang menbentang panjang di sisi timur stadion berbunyi Bermain lah dengan ~hati~ gaji.
BACA JUGA: Skor Hasil Akhir PSIM vs PSKC Cimahi, Laskar Mataram Gagal Menang
Jajaran manajemen dan ofisial pelatih pun menemui suporter yang tidak senang dengan penampilan tim. Pelatih Kepala PSIM Jogja Kas Hartadi mengaku akan memperbaiki semua kesalahan dari dua laga yang diraih dengan hasil minor. Kas berjanji akan menggunakan banyak variasi strategi di laga-laga selanjutnya. "Saya tidak mundur tetapi evaluasi. Para pemain juga sudah berjuang mati-matian. Dan saya juga siap untuk apapun," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dikpora Bantul mulai membuka tahapan SPMB SMP 2026 pada Juni mendatang. Jalur domisili wilayah kini bisa memilih tiga sekolah negeri.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.