Hiphop, Diplomasi yang Datang dari Jalanan
Program Next Level di Bantul menunjukkan jejak diplomasi hiphop sebagai medium ekspresi generasi muda dan dialog budaya lintas negara.
Timnas U-17./PSSI
Harianjogja.com, JAKARTA—Laga pamungkas Kualifikasi Piala Asia U-17 antara TImnas Indonesia vs Australia yang digelar di Stadion Abdullah Al-Khalifa, Kuwait, berakhir imbang tanpa gol.
Hasil tersebut menempatkan Indonesia di posisi runner up Grup G dengan torehan 7 poin. Sementara Australia berhasil menjadi juara grup dengan poin yang sama, tetapi unggul jumlah gol. Hasil itu juga membawa Indonesia lolos ke Piala Asia U-17 sebagai salah satu runner up terbaik.
Di awal babak pertama, Australia nyaris membuka angka jika saja tendangan Amlani Tatu tidak melebar.
Terus ditekan, perlahan skuad asuhan Nova Arianto bisa melepaskan diri dan merancang skema serangan.
Penyerang Timnas Indonesia, Muhammad Gholy nyaris mencetak angka. Sayang tendangan keras dari luar kotak penalti itu masih mampu ditepis oleh kiper Australia.
Di tengah asyik menata serangan, gawang Timnas Indonesia, Dafa Al-Gasemi nyaris kebobolan. Beruntung, tendangan pemain Australia, Nicklas Afaro membentur tiang. Skor pun bertahan imbang tanpa gol.
Di babak kedua, Australia masih mendominasi permainan. Meski begitu, skor imbang yang sudah cukup bisa meloloskan Australia, merka mengurangi tempo permainan. Skor imbang 0-0 pun tetap bertahan hinggga akhis pertandingan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mendesak BPKA segera menyetujui pergeseran anggaran MC-0 Stadion Mandala Krida agar tahapan renovasi tidak terus tertunda.
Menkeu Purbaya memastikan rasio utang Indonesia masih aman meski naik menjadi 40,54 persen terhadap PDB dan tetap jauh di bawah batas UU.
Polri dan Kepolisian Cina melakukan pertukaran buronan. Tiga buronan asal Tiongkok dipulangkan, sementara satu WNI diserahkan ke Indonesia.
Fahri Hamzah dan Sri Sultan HB X membahas penataan kota DIY, penyediaan hunian terjangkau, serta pengembangan kawasan permukiman di masa depan.
SDN Pingit menilai Program Makan Bergizi Gratis membantu siswa dari keluarga prasejahtera. Selama hampir setahun berjalan, belum ada kasus keracunan makanan.