Tiket Piala Dunia 2026 Bisa Tembus Rp52 Juta, FIFA Dikritik
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Francesco Bagnaia / Reuters- John Nazca
Harianjogja.com, JOGJA—Manajer Umum Ducati, Gigi Dall’Igna angkat bicara terkait masa depan dan penampilan Francesco Bagnaia. Pembalap Ducati Lenovo itu sampai saat ini belum tampil konsisten di MotoGP 2025. Dall’Igna justru menyoroti perbedaan signifikan antara sesi latihan bebas dan balapan dari Bagnaia.
BACA JUGA: Bagnaia dan Marquez Raih Podium di Aragon
"Ia tidak memiliki feeling yang sama seperti saat di sesi latihan bebas dan kualifikasi," ujar Dall’Igna, dikutip dari Crash, Jumat (19/9/2025).
"Meskipun ia menjalani balapan yang bagus, dilihat dari catatan waktu lap, ia tidak memiliki feeling yang sama seperti saat di sesi latihan bebas dan kualifikasi," tandasnya.
“Uji coba hari Senin penting untuk mencoba beberapa solusi alternatif, tetapi tentu saja, mari kita akui, satu hari tidak cukup untuk menyelesaikan situasi yang begitu rumit. Kita harus tetap waspada, begitu pula dengan kepercayaan diri kita,” tambahnya.
Berbeda dengan Marc Marquez, rekan satu tim Francesco Bagnaia yang jutsru tampil gemilang di Misano dan semakin mendekati gelar juara dunia kelas premiernya yang ketujuh. Atas kemenangan tersebut, Marquez akan menyamai 11 kemenangan yang dicatat Bagnaia pada musim sebelumnya.
"Kemenangan yang mendebarkan di trek yang spesial: GP kandang yang sekali lagi menjadi saksi kehebatan Marc Marquez, raja tak terbantahkan 2025, yang berhasil meraih kemenangan ke-11-nya dari 16 balapan GP yang sudah digelar," sambung Dall’Igna.
Saat ini strategi Ducati berjalan baik. Di mana, dominasi Ducati di MotoGP 2025 semakin tak terbantahkan, dengan lima motor mereka berhasil finis di posisi enam besar pada balapan San Marino.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.