Kejati Geledah Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Dugaan Korupsi Mesin Susu
Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY menggeledah Kantor Dinas Koperasi dan UMKM DIY di Jalan HOS Cokroaminoto, Tegalrejo, Kota Jogja, dalam penyidikan dugaan
Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Bek PSIM asal Jepang, Yusaku Yamadera bersiap menyambut laga melawan tuan rumah Persis Solo di Stadion Manahan, Surakarta, pada Sabtu (8/11/2025) mendatang. Laga nanti merupakan pengalaman perdana pemain berusia 28 tahun ini bermain di laga bertajuk Derbi Mataram di kompetisi resmi.
Bagi Yusaku tidaklah asing dengan Stadion Manahan yang menjadi venue laga nanti. Ia pernah bermain di stadion tersebut saat Final Liga 2 musim 2024/2025 antara PSIM vs Bhayangkara FC, Februari 2025 lalu yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Laskar Mataram.
Dari pengalaman tersebut, ia memuji kualitas Stadion Manahan. Menurutnya, markas Persis tersebut merupakan yang terbaik di Indonesia, melebihi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) di Surabaya.
“Saya pikir itu lapangan terbaik di Indonesia. Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya juga sangat baik, tetapi pendapat saya Manahan lebih baik,” kata Yusaku saat ditemui usai sesi latihan di Stadion Mandala Krida, Jogja dikutip Jumat (7/11/2025).
Selain kualitas stadion, Yusaku juga mengapresiasi atmosfer suporter di Manahan. Ia mengaku pernah menyaksikan laga kandang Persis musim lalu dan terkesan dengan atmosfer suporter tim berjuluk Laskar Sambernyawa.
“Sebenarnya musim lalu saat kita masih di Liga 2, setelah musim berakhir saya melihat Persis Solo melawan Bali United di Manahan. Saya pikir atmosfer di sana sangat bagus, saya ingin bermain di atmosfer seperti itu,” katanya.
Meski mengakui keunggulan Manahan, Yusaku menegaskan PSIM datang ke Solo dengan tekad penuh untuk meraih kemenangan. “Tekanan akan membuat pertandingan lebih berat bagi kami. Kita harus menghormati Persis Solo, tapi kita akan menang,” ucapnya.
Yusaku menambahkan bahwa ia memahami arti penting Derbi Mataram bagi suporter kedua tim. Namun baginya, fokus utama tetap pada performa di lapangan.
“Saya tahu, Persis adalah rival kita. Semua orang bicara tentang Derby Mataram. Tapi bagi saya ini hanya seperti pertandingan lain, kita hanya mencoba untuk memenangkan pertandingan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY menggeledah Kantor Dinas Koperasi dan UMKM DIY di Jalan HOS Cokroaminoto, Tegalrejo, Kota Jogja, dalam penyidikan dugaan
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.