Akses Tol Menuju Nglanggeran Diharap Genjot Wisata Utara Gunungkidul
Akses tol Bokoharjo-Gunungkidul ditarget fungsional Lebaran 2027. Pemkab berharap konektivitas ini mengembangkan wisata dan ekonomi wilayah utara.
Suasana workshop Bidang Kerjasama dan Hukum yang digelar Sabtu (13/11/2025). Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY menegaskan pengelolaan dana cabor KONI DIY yang profesional dan transparan sebagai kunci memperkuat kerja sama pihak ketiga dalam Workshop Bidang Kerja Sama dan Hukum, Sabtu (13/11/2025).
Workshop tersebut digelar sebagai respons atas persoalan klasik yang kerap dihadapi cabang olahraga (cabor), mulai dari keterbatasan anggaran, ketergantungan pada dana hibah, hingga lemahnya kapasitas organisasi dalam menjalin kerja sama berkelanjutan dengan sponsor maupun mitra strategis lainnya.
Sekretaris Umum KONI DIY, KMTA Tirtodiprojo, mengatakan profesionalitas pengurus cabor menjadi kunci dalam mengelola keuangan organisasi dan membangun kepercayaan pihak ketiga dalam pengelolaan dana cabor KONI DIY.
“Keuangan terbatas dan proposal belum tentu tembus itu realitas. Karena itu, pengurus cabor harus memahami tata kelola dana yang akuntabel sekaligus cakap menjalin kerja sama yang saling menguntungkan,” katanya.
Menurut KMTA Tirtodiprojo, organisasi olahraga yang sehat bukan organisasi tanpa perbedaan, melainkan organisasi yang memiliki sistem keuangan dan kerja sama yang jelas serta dijalankan secara konsisten. Sistem yang kuat memudahkan cabor mencari sumber pendanaan alternatif di luar anggaran pemerintah, tanpa menabrak aturan hukum dalam pengelolaan dana cabor KONI DIY.
Dalam workshop tersebut, KONI DIY menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Bendahara KONI DIY Bambang Wisnu Handoyo yang memaparkan prinsip pengelolaan keuangan organisasi olahraga, serta Wakil Ketua III KONI DIY M Anggraini Andriani yang menyoroti strategi kerja sama dengan pihak ketiga. Aspek hukum dalam kontrak kerja sama dan perlindungan atlet juga dibahas oleh Achiel Suyanto.
KONI DIY berharap melalui workshop ini, pengurus cabor mampu menyusun proposal yang lebih kredibel, mengelola dana secara transparan, serta menjalin kemitraan profesional dengan sponsor dan institusi lain sebagai bagian dari pengelolaan dana cabor KONI DIY.
“Organisasi yang mandiri dan tertib keuangan akan lebih mudah melahirkan atlet berprestasi, sekaligus melindungi hak-hak mereka,” kata KMTA Tirtodiprojo sembari menegaskan pentingnya pengelolaan dana cabor KONI DIY yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses tol Bokoharjo-Gunungkidul ditarget fungsional Lebaran 2027. Pemkab berharap konektivitas ini mengembangkan wisata dan ekonomi wilayah utara.
Bali United kalah 1-2 dari Sabah FC pada laga pramusim Dewata Challenge Series 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Sekjen parpol koalisi pemerintah berkumpul di rumah Sugiono. Pertemuan diisi silaturahmi dan refleksi menjelang 17 Agustus.
Polda Metro Jaya menetapkan empat tersangka kasus tantangan hafalan surat Al-Qur'an berhadiah minuman beralkohol di The Sound Project.
Profil Dewi Astutik, sosok yang dikaitkan dengan jaringan narkoba Segitiga Emas dan kasus penyelundupan 2 ton sabu.
Pelajar SMP di Bantul dibekali kecakapan digital untuk menghadapi FOMO, cyberbullying, hoaks, dan risiko penggunaan layar berlebihan.