Proyek Pabrik VinFast di AS Terancam Diambil Alih Pemerintah
VinFast digugat di AS terkait proyek pabrik EV di North Carolina setelah penundaan dan dugaan pelanggaran kesepakatan investasi.
Direktur Utama PSIM Jogja, Liana Tasno dan anggota Komisi B DPRD Kota Jogja, Ipung Purwandani saat bertemu dengan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo pada Rabu (31/12/2025) pagi/PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM Jogja bersilaturahmi dengan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo untuk memperkuat sinergi strategis menyambut Tahun Baru 2026, Rabu (31/12/2025) pagi.
Pertemuan ini bertujuan untuk menyambut Tahun Baru 2026 sekaligus memperkokoh kemitraan strategis antara klub berjuluk Laskar Mataram tersebut dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.
Dalam pertemuan tersebut, Direktur Utama PSIM Jogja, Liana Tasno, melaporkan progres signifikan tim di kompetisi BRI Super League 2025/26.
"Mohon izin, Pak Wali. Kompetisi sudah berjalan hampir setengah musim. Target awal kami sebenarnya adalah bertahan dengan nyaman di kasta tertinggi, sehingga pencapaian positif sejauh ini merupakan bonus luar biasa bagi tim," ujar Liana, dalam keterangan tertulis.
Liana juga menekankan komitmen klub untuk memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi warga kota. Ia menyoroti pentingnya menempatkan olahraga sebagai pilar pembangunan komunitas.
"Pemikiran saya terbuka mengenai pemberdayaan komunitas di negara maju yang menempatkan olahraga sebagai prioritas utama. Inilah yang ingin kami adaptasi untuk kemajuan Jogja," tambahnya.
Wali Kota Hasto Wardoyo menyambut positif laporan tersebut. Ia mengakui keberadaan PSIM Jogja telah menjadi motor penggerak bagi geliat pembinaan sepak bola usia dini di wilayahnya.
"Saya sangat setuju. Saat ini anak-anak merasa bangga bersekolah bola di Jogja karena mereka merasakan marwah dan nama besar PSIM," ungkap Hasto.
Sepak Bola sebagai Investasi SDM Unggul
Lebih lanjut, Hasto menegaskan bahwa kekuatan utama Kota Jogja terletak pada kualitas manusianya, bukan sumber daya alam. Sepak bola dinilai sebagai instrumen penting dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh dan unggul.
"Kita memiliki SDM, bukan SDA. Jika kita memiliki manusia yang unggul, tim sepak bola yang solid, serta sekolah bola yang berkualitas, itu sudah menjadi aset berharga bagi kota ini," tegasnya.
Dukungan serupa juga mengalir dari legislatif. Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja, Ipung Purwandani, menyoroti potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari aktivitas industri sepak bola yang dikelola secara profesional. "Nantinya PAD bisa masuk ke kas kota, salah satunya melalui pajak dari berbagai kegiatan sepak bola tersebut," kata Ipung.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus memajukan ekosistem sepak bola di Yogyakarta. Wali Kota Hasto Wardoyo menutup pertemuan dengan memberikan suntikan semangat bagi PSIM untuk mengarungi sisa musim kompetisi dengan optimisme tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
VinFast digugat di AS terkait proyek pabrik EV di North Carolina setelah penundaan dan dugaan pelanggaran kesepakatan investasi.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.