Advertisement
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Bidik Sejarah di Piala AFF 2026
Pelatih timnas Indonesia John Herdman menjawab pertanyaan para pewarta setelah undian grup Piala ASEAN 2026 di Studio MNC, Jakarta, Kamis (15/1/2026). (ANTARA - RAUF ADIPATI)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pelatih timnas Indonesia, John Herdman, menunjukkan optimisme tinggi menjelang Piala ASEAN (AFF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli–26 Agustus mendatang. Turnamen kawasan Asia Tenggara itu kembali menjadi sorotan, terlebih Indonesia sudah enam kali mencapai final tanpa sekalipun meraih gelar juara.
Herdman menilai kondisi tersebut justru menjadi tantangan menarik bagi dirinya sebagai nakhoda baru tim Garuda.
Advertisement
“Menurut saya, fakta bahwa Indonesia belum pernah memenangi turnamen ini justru menjadi peluang yang bagus untuk pelatih baru. Hal terakhir yang Anda inginkan adalah menjadi pelatih yang sudah mencapai final enam kali, lalu harus memenangkannya lagi untuk ketujuh kalinya,” ujar Herdman usai menghadiri undian grup Piala ASEAN 2026 di Studio MNC, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Ia menegaskan targetnya adalah menorehkan sejarah baru bersama timnas.
BACA JUGA
“Untuk melakukannya pertama kali dan mencatat sejarah bersama para penggemar serta para pemain, itulah pola pikir yang ingin kami bawa ke turnamen ini,” lanjutnya.
Meski begitu, Herdman tak menutup mata terhadap persaingan yang akan dihadapi Garuda di setiap pertandingan. “Menurut saya ini peluang nyata dengan skuad yang kami miliki, tapi saya juga ingin menekankan bahwa setiap grup dan setiap tim akan menjadi lawan yang berat,” ujarnya.
Turnamen tahun ini digelar di luar kalender FIFA match day, sehingga besar kemungkinan klub Eropa tidak melepas pemain Indonesia yang berkarier di benua tersebut. Namun Herdman menilai kondisi itu justru membuat kompetisi berjalan lebih setara.
“Artinya semua tim akan bermain di level yang sama. Tim yang sukses adalah tim yang benar-benar ingin mewakili negaranya di momen ini. Kami ingin mengambil kesempatan itu untuk menjadi tim Indonesia pertama yang mengangkat trofi Piala ASEAN,” tegasnya.
Pada edisi sebelumnya di 2024, Indonesia tersingkir di fase grup setelah hanya finis ketiga di Grup B. Kegagalan tersebut turut menyeret nama Shin Tae-yong, yang kemudian diberhentikan PSSI hanya 16 hari setelah Indonesia takluk 0-1 dari Filipina di Stadion Manahan, Surakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BMKG: Siklon Nokaen dan 96S Picu Hujan dan Gelombang Tinggi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





