Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus Kunjungan Wisata Bantul Melonjak
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie saat melantik pengurus Akuatik DIY periode 2025-2030, Sabtu (31/1/2026). Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Pengurus Akuatik Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2025–2030 resmi dilantik pada Sabtu (31/1/2026), menandai dimulainya fase baru penguatan pembinaan olahraga akuatik di Yogyakarta dengan orientasi prestasi berkelanjutan.
Pelantikan tersebut dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie, yang menegaskan posisi cabang olahraga akuatik sebagai salah satu sektor strategis penyumbang medali Indonesia di berbagai ajang internasional. Meski demikian, Anindya mengingatkan bahwa capaian prestasi tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang yang menuntut konsistensi serta pengorbanan.
“Kalau berhasil dikelola dengan baik, olahraga akuatik dapat menyelamatkan posisi Indonesia di Olimpiade, Asian Games, dan SEA Games. Jogja memiliki potensi luar biasa, dan hal itu sudah terbukti,” ujar Anindya.
Ia menyoroti kontribusi nyata atlet-atlet DIY dalam ajang SEA Games, termasuk raihan medali perunggu dari nomor polo air putra dan putri. Anindya juga mendorong agar DIY kembali merebut medali emas polo air putra setelah sebelumnya sempat menjadi kekuatan dominan di kawasan Asia Tenggara.
Dukungan atlet asal Yogyakarta tersebut turut berperan dalam total perolehan 16 medali yang diraih Akuatik Indonesia pada SEA Games 2025, terdiri dari tiga medali emas, empat perak, dan sembilan perunggu.
Dalam kepengurusan baru periode 2025–2030, Maryanto dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Akuatik Indonesia DIY. Ia didampingi Dhanny Aditya Wicaksono sebagai Sekretaris Umum dan AA Ngurah Gede Ari Utama sebagai Bendahara Umum.
Maryanto menyebut pelantikan kepengurusan ini sebagai momen istimewa sekaligus bersejarah bagi insan akuatik di DIY. Selama puluhan tahun, menurutnya, pembinaan olahraga akuatik di wilayah ini kerap dijalankan secara konsisten tanpa banyak seremoni, namun tetap mampu menghasilkan prestasi.
“Pelantikan ini menjadi titik awal komitmen baru dengan semangat yang lebih kuat untuk memajukan olahraga akuatik, baik di DIY maupun di tingkat nasional,” kata Maryanto.
Ia mengakui tantangan utama pengembangan olahraga akuatik di DIY masih berkaitan dengan keterbatasan fasilitas, terutama untuk nomor loncat indah yang hingga kini belum memiliki papan loncat berstandar nasional. Meski demikian, semangat atlet tetap terjaga, bahkan mampu meraih medali perak meskipun harus menjalani latihan di luar daerah.
Ke depan, Akuatik Indonesia DIY mendorong penguatan pembinaan pada lima subcabang olahraga akuatik, peningkatan sertifikasi pelatih di level nasional dan internasional, serta perluasan kerja sama lintas daerah agar atlet tetap dapat berkembang tanpa harus berpindah provinsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.