Advertisement

MLSC Jogja Seri 2 Tuntas, SDN Nglarang dan Sapen Angkat Trofi

Abdul Hamied Razak
Minggu, 01 Februari 2026 - 21:02 WIB
Abdul Hamied Razak
MLSC Jogja Seri 2 Tuntas, SDN Nglarang dan Sapen Angkat Trofi Partai puncak MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 2 2025-2026 di Stadion Tridadi Sleman, Minggu (1/2 - 2026)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Partai puncak MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 2 2025-2026 di Stadion Tridadi Sleman, Minggu (1/2/2026), menyuguhkan duel penuh tensi hingga menit akhir. Kejutan besar hadir di kategori usia 10 tahun (KU 10) saat SDN Nglarang yang berstatus debutan sukses merebut gelar juara. Sementara di KU 12, dominasi SD Muhammadiyah Sapen kembali terbukti setelah menumbangkan SD Muhammadiyah Karangploso.

Pada laga final KU 10, SD Muhammadiyah Sapen sempat tampil meyakinkan dengan unggul cepat 2-0 hanya dalam enam menit awal pertandingan lewat gol Ralin Abida Fitria dan Faliha Mufida. Namun, SDN Nglarang menunjukkan mental baja dengan perlahan membalikkan keadaan.

Advertisement

Gol balasan tercipta pada menit ke-9 melalui Azra Alesha Qaireen Alkatiri setelah menerima umpan matang dari Danisa Anindya Nuha Zahira yang melakukan penetrasi apik di sisi lapangan. Momentum kebangkitan berlanjut di awal babak kedua saat Danisa mencetak gol penyeimbang lewat tembakan jarak jauh yang gagal diantisipasi kiper Sapen, Yafina Alyzta Ufaira.

Drama mencapai puncaknya di menit-menit akhir. SDN Nglarang menambah dua gol cepat melalui Danisa dan Azra yang memastikan kemenangan 4-2 sekaligus mengantarkan mereka sebagai juara MLSC Yogyakarta Seri 2 2025-2026.

Sementara itu, partai final KU 12 mempertemukan dua tim kuat, SD Muhammadiyah Sapen sebagai juara bertahan melawan SD Muhammadiyah Karangploso. Duel ini menjadi ajang adu tajam dua pencetak gol andalan, Shima Putri Larasati dan Nadia Shakila Azzahra.

SD Muhammadiyah Sapen membuka keunggulan 2-0 di babak pertama. Salah satu gol Shima bahkan tercipta dari tendangan gawang yang langsung mengarah ke gawang lawan dan sempat mengenai kiper Karangploso.

Karangploso sempat bangkit di babak kedua lewat gol Nadia pada menit ke-16. Namun, Shima kembali mencatatkan namanya di papan skor tiga menit berselang memanfaatkan bola liar. Nadia kembali memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3, tetapi hingga laga usai skor tak berubah dan SD Muhammadiyah Sapen memastikan gelar juara.

Shima mengaku sempat merasa gugup menghadapi tim kuat seperti Karangploso, namun motivasi membanggakan sekolah dan rekan setim menjadi pendorong utama.

“Saya ingin meninggalkan kenangan manis karena teman-teman kelas enam sudah tidak bisa bermain di KU ini tahun depan,” ujarnya.

Deputi Sekjen PSSI sekaligus Ketua PSSI Provinsi DIY, Dessy Arfianto, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan MLSC di Yogyakarta yang dinilai mampu memperkuat pembinaan sepak bola putri usia dini.

“Kegiatan ini sangat positif dan membantu PSSI dalam menjaring bibit-bibit pesepak bola putri sejak usia sekolah dasar. Kami berharap Yogyakarta terus menjadi tuan rumah di seri-seri berikutnya,” katanya.

Potensi Talenta Muda Terus Diasah

Usai turnamen, sejumlah pemain terbaik akan menjalani MilkLife Extra Training sebagai bagian dari seleksi menuju pembentukan tim All-Stars Yogyakarta. Nama-nama seperti Nadia Shakila Azzahra, Shima Putri Larasati, dan Danisa Anindya Nuha Zahira mencuri perhatian berkat performa konsisten dan kecerdasan bermain.

Asisten Head Coach MLSC, Andri Ramawi Putra, menilai kualitas pemain putri muda di Yogyakarta terus berkembang meski belum merata di setiap lini.

“Mereka memiliki waktu persiapan cukup panjang menuju All-Stars pada Juni 2026. Ini momentum untuk pematangan teknis, fisik, dan taktik,” ujarnya.

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga kesinambungan pembinaan sepak bola putri.

“Kami melihat peningkatan kualitas sangat signifikan dari dua seri yang sudah berlangsung. Persaingan makin kompetitif, termasuk munculnya juara baru di KU 10,” katanya.

Selain turnamen utama, digelar pula Festival SenengSoccer untuk kelompok usia 6-8 tahun yang diikuti 81 siswi dari 22 sekolah. Para peserta mengikuti berbagai rintangan permainan koordinasi, kecepatan, dan ketangkasan sebagai pengenalan dasar sepak bola yang dikemas secara menyenangkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Polsek Cilandak Selidiki Dugaan Rekayasa BAP oleh Oknum Polisi

Polsek Cilandak Selidiki Dugaan Rekayasa BAP oleh Oknum Polisi

News
| Minggu, 01 Februari 2026, 22:57 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement