Studi Global Ungkap Lonjakan Gangguan Mental pada Remaja
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Tangkapan layar
Harianjogja.com,JOGJA—Kompetisi Liga 4 kembali menjadi sorotan tajam seusai tindakan tidak sportif diperagakan pemain PSIR Rembang saat menjamu Persak Kebumen yang berujung pada kerusuhan penonton. Pertandingan tensi tinggi tersebut berlangsung di Stadion Krida, Kamis (12/2/2026).
Seusai laga berakhir, berbagai rekaman video yang memperlihatkan aksi anarkis pemain terhadap pengadil lapangan serta kericuhan massal di dalam dan luar stadion viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, seorang pemain PSIR bernama punggung Rudy bernomor 99 terlihat mendekati wasit dengan gestur provokatif. Sesaat kemudian, sang pengadil lapangan tampak meringkuk kesakitan meskipun dugaan kontak fisik tidak tertangkap kamera secara jelas.
Situasi kian memanas ketika wasit Dwi Purba terlihat dikejar dan diduga mendapat tindakan kekerasan dari sejumlah penonton. Aparat kepolisian akhirnya turun tangan untuk melakukan evakuasi dan mengamankan situasi.
Di sisi lain, kelompok suporter PSIR Rembang, Ganster, secara resmi menyampaikan permohonan maaf melalui akun media sosial mereka. Mereka mengakui kegagalan dalam mengantisipasi massa yang meluap di tribun timur hingga berujung pada aksi menjebol pagar stadion.
“Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut dan mengecam keras tindakan massa yang telah melakukan pengrusakan dan kerusuhan di dalam maupun di luar stadion hingga mencoreng nama sepak bola Rembang,” tulis akun resmi Ganster.
Perwakilan suporter menyatakan akan segera menemui manajemen dan panitia pelaksana untuk melakukan evaluasi total agar kejadian serupa tidak terulang.
Seusai gelombang kecaman bermunculan di media sosial, publik kini menanti ketegasan Komite Disiplin PSSI dalam menjatuhkan sanksi atas runtuhnya nilai sportivitas di ajang Liga 4 tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.