Advertisement

Tiket Piala Dunia 2026 Ludes, Harga Jadi Sorotan

Newswire
Kamis, 19 Februari 2026 - 22:47 WIB
Sunartono
Tiket Piala Dunia 2026 Ludes, Harga Jadi Sorotan Trofi Piala Dunia - ist - FIFA

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Tiket Piala Dunia 2026 diklaim ludes terjual meski turnamen sepak bola terbesar di dunia itu baru akan bergulir pada 12 Juni mendatang. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyebut antusiasme global terhadap ajang empat tahunan tersebut berada pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam wawancara bersama CNBC yang dikutip Kamis, Infantino memastikan seluruh pertandingan sudah habis dipesan. “Permintaannya ada. Setiap pertandingan terjual habis,” ujarnya.

Advertisement

Ajang ini menjadi edisi perdana yang diikuti 48 tim, menambah daya tarik tersendiri bagi penggemar. Dalam kurun empat pekan, FIFA menerima sekitar 508 juta permintaan untuk memperebutkan sekitar tujuh juta tiket yang tersedia. Pada fase penjualan utama Januari lalu, peminat datang dari lebih dari 200 negara.

“Kami belum pernah melihat hal seperti ini, luar biasa,” kata Infantino.

Meski demikian, FIFA masih menyisakan sebagian tiket untuk fase penjualan terakhir yang dijadwalkan mulai April hingga partai final pada 19 Juli. Turnamen ini akan digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Di balik tingginya permintaan, harga tiket menjadi polemik. Sejumlah kelompok suporter menilai banderol tiket terlalu mahal, khususnya di pasar penjualan ulang (resale) yang mencatat lonjakan signifikan.

Per 11 Februari, tiket Kategori 3 untuk laga pembuka antara Meksiko vs Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City, tercatat mencapai 5.324 dolar AS di pasar resale, jauh melampaui harga resmi awal 895 dolar AS.

Untuk partai final yang digelar di East Rutherford, New Jersey, pada 19 Juli, tiket Kategori 3 bahkan diiklankan hingga 143.750 dolar AS atau lebih dari 41 kali lipat harga resminya sebesar 3.450 dolar AS. Sementara tiket termurah di platform resale tercatat 9.775 dolar AS.

Menanggapi sorotan tersebut, Infantino menjelaskan bahwa lonjakan harga dipengaruhi sistem dynamic pricing yang lazim diterapkan di Amerika Serikat, serta mekanisme resmi penjualan kembali tiket.

“Semua orang ingin menjadi bagian dari sesuatu yang spesial. Harga tiket sudah ditetapkan, tetapi di AS ada sistem dynamic pricing, artinya harga bisa naik atau turun,” jelasnya. “Anda juga bisa menjual kembali tiket di platform resmi, sehingga harga bisa meningkat. Itu bagian dari pasar saat ini.”

Kebijakan tersebut menuai kritik dari kelompok suporter seperti Football Supporters Europe yang menuding FIFA melakukan “pengkhianatan besar” terhadap penggemar. Sebagai respons, FIFA menyediakan sebagian kecil tiket dengan harga 60 dolar AS bagi kelompok suporter resmi, meski langkah itu dinilai belum cukup meredam kritik.

Dari sisi finansial, Infantino memperkirakan Piala Dunia 2026 akan menghasilkan pendapatan lebih dari 11 miliar dolar AS bagi FIFA. Seluruh pendapatan tersebut, kata dia, akan diinvestasikan kembali untuk pengembangan sepak bola di 211 negara anggota.

Tak hanya bagi FIFA, dampak ekonomi juga diproyeksikan signifikan bagi tuan rumah, terutama Amerika Serikat. Infantino memprediksi perputaran ekonomi dapat mencapai sekitar 30 miliar dolar AS, mencakup sektor pariwisata, katering, hingga investasi keamanan.

Selain sekitar tujuh juta penonton yang hadir langsung di stadion, Tiket Piala Dunia 2026 yang menjadi rebutan itu diperkirakan akan menarik 20 hingga 30 juta wisatawan serta menciptakan 185 ribu lapangan kerja penuh waktu. “Dampaknya sangat besar. Saya berharap dampak ini tidak hanya terbatas pada Piala Dunia, tetapi juga untuk masa depan,” ujar Infantino, menegaskan optimisme FIFA terhadap besarnya gaung dan keuntungan turnamen tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kejagung Sita 6 Mobil di Kasus Korupsi Ekspor CPO

Kejagung Sita 6 Mobil di Kasus Korupsi Ekspor CPO

News
| Jum'at, 20 Februari 2026, 00:17 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement