Advertisement

Pressing Jadi Kunci PSS Sleman Kalahkan Persipura

Catur Dwi Janati
Senin, 23 Februari 2026 - 21:17 WIB
Jumali
Pressing Jadi Kunci PSS Sleman Kalahkan Persipura Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis (tengah) dalam Pre Match Press Conference pada Minggu (16/11/2025). - Harian Jogja // Catur Dwi Janati 

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Kemenangan PSS Sleman atas Persipura Jayapura dengan skor 2-0 tak lepas dari strategi pressing sejak awal laga dan disiplin positioning pemain. Pelatih Ansyari Lubis menyebut taktik itu sebagai faktor penentu sukses Super Elja.

"Pertama kami langsung menekan di awal dan positioning kami juga luar biasa," kata Ansyari dalam Pre Match Press Conference pada Sabtu (21/2/2026).

Advertisement

Menurut Ansyari, Persipura bukan lawan yang mudah dihadapi. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu dikenal kerap memainkan umpan-umpan chip yang langsung mengarah ke jantung pertahanan lawan.

Namun, empat bek yang dipasang di lini belakang PSS Sleman mampu membaca pola tersebut dan mematahkan aliran bola sebelum berkembang menjadi peluang berbahaya.

"Persipura mereka saya kira tim bagus. Tetapi kami sudah mengantisipasi dengan bola-bola mereka," ujarnya.

"Mereka bisa bermain di belakang tapi bola selalu di-chip dan itu bisa diantisipasi oleh empat bek kami. Ini gambaran yang bisa kami lihat," imbuhnya.

Tekanan beruntun yang dilancarkan PSS Sleman juga membuat Persipura kesulitan membangun serangan secara rapi. Intensitas pressing disebut menjadi pembeda dalam laga tersebut.

"Tekanan-tekanan yang kita lakukan ini membuat mereka juga kesulitan dalam melakukan serangan," tandasnya.

Di kubu lawan, Pelatih Kepala Persipura, Rahmad Darmawan, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Ia menilai timnya telah mencoba mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan meski belum membuahkan hasil.

Rahmad Darmawan mengakui persoalan jarak antar lini menjadi celah yang dimanfaatkan PSS Sleman. Ketidakkonsistenan dalam menjaga struktur permainan membuat Persipura kesulitan menguasai second ball dan zona tengah lapangan.

"Memang hari ini kita kurang bisa menjaga konsistensi jarak antar lini, sehingga beberapa kali, beberapa momen tadi, praktis ketika second ball, mereka [lawan] dengan mudah menguasai zona di tengah. Jadi secara keseluruhan, memang akhirnya kita bisa mulai terbongkar di akhir-akhir babak pertama," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

JPU Tetap Tuntut Kerry Riza 18 Tahun Penjara

JPU Tetap Tuntut Kerry Riza 18 Tahun Penjara

News
| Senin, 23 Februari 2026, 22:57 WIB

Advertisement

WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda

WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda

Wisata
| Senin, 23 Februari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement