Advertisement

Marquez Kena Penalti, Ducati Protes

Jumali
Minggu, 01 Maret 2026 - 14:57 WIB
Jumali
Marquez Kena Penalti, Ducati Protes Marc Marquez menjadi pembalap tercepat pada sesi practice di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Jumat (15/8 - 2025). (MotoGP)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Sprint race MotoGP Thailand 2026 memantik kontroversi seusai pengawas balapan menjatuhkan penalti kepada Marc Marquez yang membuat kemenangan berpindah ke tangan Pedro Acosta.

Insiden di Tikungan 12

Advertisement

Kontroversi bermula pada lap kedua terakhir di Tikungan 12. Marquez melakukan manuver agresif untuk merebut posisi terdepan dari Pedro Acosta yang membela tim Red Bull KTM.

Meski tidak terjadi kontak fisik, manuver tersebut dinilai memaksa Acosta keluar lintasan. Steward kemudian memutuskan Marquez dijatuhi penalti turun satu posisi.

Akibat keputusan itu, Acosta dinyatakan sebagai pemenang sprint, sementara Marquez harus puas finis kedua.

Ducati Ngamuk, Tardozzi Geram

Tim Ducati Lenovo Team langsung melayangkan protes keras. Manajer tim, Davide Tardozzi, menyebut keputusan tersebut tidak konsisten dengan insiden serupa di balapan lain.

"Saya rasa kita sudah melihat banyak manuver seperti ini. Marc tidak menyentuh Pedro. Dia juga tidak keluar lintasan. Jadi menurut saya ini tidak adil," tegas Tardozzi dikutip dari Crash.

Menurutnya, duel antara Marquez dan Acosta merupakan bagian dari persaingan normal di lintasan.

"Mereka pembalap cerdas yang ingin memenangi balapan. Marc dan Pedro paham betul situasi seperti ini," tambahnya.

Dampak ke Balapan Utama

Keputusan steward tak hanya berdampak pada hasil sprint, tetapi juga perolehan poin dan potensi bonus tim. Ducati menilai penalti tersebut merugikan secara kompetitif maupun finansial.

Kontroversi ini dipastikan memanaskan tensi duel Marquez dan Acosta pada balapan utama MotoGP Thailand 2026 yang dijadwalkan berlangsung Minggu (1/3/2026) pukul 15.00 WIB.

Publik kini menantikan apakah Marquez mampu membalas kekecewaan tersebut pada race utama dan membungkam kontroversi di lintasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, PBNU & Muhammadiyah Beri Imbauan

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, PBNU & Muhammadiyah Beri Imbauan

News
| Minggu, 01 Maret 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Wisata
| Kamis, 26 Februari 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement