Fiskal DIY Masih Aman, Nuryadi: Jakarta Sering Ada Kejutan
Ketua DPRD DIY, Nuryadi menyebut kondisi fiskal DIY masih aman hingga akhir 2026 meski pemerintah daerah harus terus menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerint
Suasana laga PSIM Jogja vs Persijap Jepara di SSA Bantul, Rabu (11/3/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja unggul 2-1 atas Persijap Jepara pada babak pertama dalam laga yang berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Rabu (11/3/2026) malam. Pertandingan PSIM Jogja vs Persijap Jepara tersebut sempat terhenti beberapa menit setelah insiden mati lampu di salah satu sudut stadion.
Pertandingan PSIM Jogja vs Persijap Jepara langsung berjalan cepat sejak awal laga. Tim tamu berhasil membuat kejutan ketika Borja Martinez mencetak gol cepat pada menit ke-3, sehingga Persijap Jepara unggul lebih dulu di Stadion Sultan Agung Bantul.
Gol cepat tersebut sempat membuat publik tuan rumah terdiam. Namun PSIM Jogja yang dilatih Jean-Paul Van Gastel segera meningkatkan intensitas permainan dan mulai mengambil alih penguasaan bola setelah tertinggal 0-1.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-16. Winger asal Argentina, Pulga Vidal, sukses menyamakan kedudukan setelah melepaskan sepakan yang tidak mampu dihalau kiper Persijap Jepara, Muhammad Ardiansyah. Gol itu sekaligus menjadi koleksi gol keenam Pulga Vidal bersama PSIM Jogja pada musim ini.
Menjelang akhir babak pertama, PSIM Jogja kembali menekan pertahanan Persijap Jepara. Situasi kemelut di dalam kotak penalti dimanfaatkan Ze Valente untuk mencetak gol kedua bagi tuan rumah. Gol tersebut membawa PSIM Jogja berbalik unggul 2-1 hingga turun minum.
Pertandingan sempat mengalami gangguan pada menit ke-39 setelah salah satu tiang lampu di sisi tenggara Stadion Sultan Agung tiba-tiba padam. Insiden mati lampu tersebut membuat laga PSIM Jogja vs Persijap Jepara harus dihentikan sementara selama beberapa menit sebelum akhirnya dapat dilanjutkan kembali.
Sebelum pertandingan ini digelar, pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, menegaskan timnya tetap menjaga fokus penuh untuk meraih hasil maksimal di laga kandang melawan Persijap Jepara. Ia menilai setiap pertandingan memiliki arti penting dalam upaya tim mencapai target utama musim ini.
“Target utama kami adalah menghindari degradasi, dan dengan tambahan satu poin ini, kami selangkah lebih dekat ke tujuan tersebut. Sekarang fokus kami beralih sepenuhnya ke laga melawan Persijap Jepara,” ujarnya.
Pelatih asal Belanda tersebut juga menegaskan bahwa timnya akan tetap tampil dengan ambisi yang sama seperti pada pertandingan-pertandingan sebelumnya. PSIM Jogja tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan meraih tiga poin saat bermain di hadapan pendukung sendiri.
“Kami akan berusaha memenangkan pertandingan itu, sama seperti usaha kami di setiap laga lainnya,” kata dia.
Selain mengincar kemenangan, PSIM Jogja juga berupaya memutus tren kurang baik ketika bermain di kandang sendiri. Terakhir kali PSIM Jogja meraih kemenangan di kandang adalah saat menundukkan Semen Padang dengan skor 1-0 pada awal Januari 2026 di Stadion Sultan Agung Bantul, sehingga laga melawan Persijap Jepara menjadi momentum penting untuk memperbaiki catatan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi menyebut kondisi fiskal DIY masih aman hingga akhir 2026 meski pemerintah daerah harus terus menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerint
Macklemore mengumumkan tur Free Palestine setelah dikeluarkan dari sisa tur Ed Sheeran. Simak jadwal Dublin, Paris, dan London.
Marc Marquez mengakui Pedro Acosta bisa mengalahkannya saat menjadi rekan setim di Ducati pada MotoGP 2027. Acosta baru menang di Austria.
Studi 2025 mengungkap perbedaan jumlah kata yang diucapkan perempuan dan laki-laki ternyata dipengaruhi usia. Simak hasil penelitiannya.
AI kini bekerja di balik berbagai fitur smartphone dan laptop, mulai dari pencarian, terjemahan, edit foto, penulisan hingga memahami konteks layar.
25 September 2026 memperingati sejumlah hari penting, termasuk Hari Jadi Kota Bandung, Hari Ataksia Internasional, Hari Apoteker Sedunia, dan World Dream Day.