Ekonom Wanti-Wanti Risiko BBM Subsidi Tak Tepat Sasaran
Ekonom ingatkan risiko pergeseran ke BBM subsidi usai Pertamax naik. Pemerintah diminta jaga subsidi tepat sasaran.
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JAKARTA—Tim Nasional Iran dilaporkan memutuskan mundur dari ajang Piala Dunia 2026 setelah meningkatnya ketegangan politik dengan Amerika Serikat menyusul serangan udara yang terjadi pekan lalu. Keputusan tersebut disampaikan oleh Menteri Olahraga Iran Ahmad Doyanmali.
Keputusan mundur dari Piala Dunia 2026 disebut berkaitan langsung dengan situasi politik dan keamanan yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Pemerintah Iran menilai kondisi tersebut tidak memungkinkan tim nasional mereka berpartisipasi dalam turnamen yang sebagian pertandingannya digelar di Amerika Serikat.
Dikutip dari OneFootball, Rabu (11/3/2026), Menteri Olahraga Iran Ahmad Doyanmali menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk situasi politik dan keselamatan tim.
"Mengingat rezim korup Amerika Serikat telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia," ujar Doyanmali.
Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Selain itu, aspek keamanan bagi pemain dan ofisial tim juga menjadi pertimbangan utama pemerintah Iran.
Iran sebenarnya telah masuk dalam Grup G pada Piala Dunia 2026. Dalam undian turnamen tersebut, tim berjuluk Team Melli itu tergabung bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, dengan seluruh pertandingan grup dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat.
"Orang-orang kami tidak aman, dan secara fundamental, kondisi untuk berpartisipasi tidak ada. Mengingat tindakan jahat yang mereka lakukan terhadap Iran," jelas Doyanmali.
"Mereka telah memaksa dua perang terhadap kami dalam delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh serta mengorbankan ribuan rakyat kami. Oleh karena itu, kami tentu tidak dapat memiliki kehadiran semacam itu," tutupnya.
Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat memastikan bahwa Timnas Iran tetap dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan setelah adanya komunikasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Selama pembicaraan, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat. Kita semua membutuhkan acara seperti Piala Dunia FIFA untuk menyatukan orang-orang sekarang lebih dari sebelumnya," ujar Infantino beberapa waktu lalu, dikutip dari Marca.
Meski demikian, perkembangan terbaru menunjukkan pemerintah Iran mengambil sikap berbeda dengan mempertimbangkan dinamika politik dan keamanan yang tengah terjadi, sehingga keikutsertaan tim nasional Iran di Piala Dunia 2026 kini berada dalam ketidakpastian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ekonom ingatkan risiko pergeseran ke BBM subsidi usai Pertamax naik. Pemerintah diminta jaga subsidi tepat sasaran.
PMII DIY mendorong mahasiswa memperkuat analisis kebijakan publik agar gerakan kampus lebih strategis dan berdampak bagi masyarakat.
PPDB Jogja 2026 disorot DPRD Kota Yogyakarta. Disdikpora diminta menutup celah titip KK dan memperkuat verifikasi data kependudukan.
Ekonomi Batang tumbuh 7,74% pada 2025, lampaui nasional. Bupati Faiz raih penghargaan bergengsi.
AS vs Paraguay di Piala Dunia 2026 Grup D, simak jadwal, prediksi skor, dan susunan pemain terbaru.
Rupiah melemah dan IHSG turun, ekonom UKDW sebut kepercayaan investor menurun dan ancam ekonomi nasional.