Advertisement
Gilang Ardha Petik Pelajaran Berharga Bersama Skuad Senior PSIM Jogja
Kiper muda PSIM, Gilang Ardha saat ditemui usai sesi latihan di Stadion Mandala Krida, Jogja, pafa Senin (16/3/2026). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kiper muda PSIM Jogja Gilang Ardha Pradipta memilih fokus menimba pengalaman serta menjaga profesionalisme pada musim pertamanya di kompetisi kasta tertinggi. Pemain kelahiran 2006 tersebut menegaskan kesiapannya untuk tampil maksimal kapan pun tim pelatih memberikan kepercayaan di lapangan.
Pemain kelahiran 14 Maret 2006 itu saat ini berstatus sebagai kiper keempat PSIM dan belum mencatatkan penampilan. Meski demikian, ia sudah sempat masuk dalam daftar susunan pemain saat PSIM bertandang melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) beberapa waktu lalu, ketika tim mengalami krisis penjaga gawang. “Senanglah, dapat pengalaman lagi dari senior-senior, terus dapat pembelajaran lagi buat ke depannya,” ujar Gilang seusai sesi latihan, belum lama ini.
Advertisement
Bergabung dengan tim senior musim ini, Gilang mengaku belum memasang target debut dalam waktu dekat. Ia lebih memilih menjalani proses dan memaksimalkan kesempatan belajar di setiap sesi latihan. “Kalau musim ini belum ada target cuma mau nyari pengalaman dulu. Saya kan baru dua bulan di senior ini. Makanya belum kepikiran mau debut, yang penting lakuin saja di tiap hari,” jelasnya.
Di skuad PSIM, Gilang menjadikan kiper utama sekaligus pemain Timnas Indonesia U-23, Cahya Supriadi, sebagai panutan. Ia menilai Cahya kerap memberikan motivasi dan dorongan untuk terus bekerja keras. “Cahya yang kasih motivasi saya, kasih semangat lagi di latihan, kerja keras. Semuanya baik kok,” ucapnya.
BACA JUGA
Sementara itu, pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, disebutnya hanya memberikan pesan sederhana namun penting, yakni menjaga semangat dan fokus dalam setiap kesempatan. Meski belum mendapat menit bermain, Gilang mengaku selalu siap jika sewaktu-waktu dipercaya turun ke lapangan. Ia turut mengenang ketika merasakan atmosfer pertandingan besar saat hampir dimainkan dalam laga melawan Persija di hadapan lebih dari 50 ribu penonton di GBK.
“Kalau masuk ya alhamdulillah, enggak apa-apa, dapat menit bermain walaupun sedikit. Itu buat nunjukin juga kalau harus siap, harus profesional,” ujarnya.
Pengalaman berada di stadion dengan puluhan ribu penonton menjadi momen berharga bagi pemain muda tersebut. Ia mengaku antusias dan ingin suatu saat benar-benar tampil di hadapan publik besar. “Senanglah, Mas. Itu sudah kayak dikasih panggung, saya pengin tampil. Aku belum pernah lihat penonton sebanyak itu,” katanya.
Ke depan, Gilang tidak memasang target muluk, termasuk soal peluang menembus tim nasional. Ia memilih fokus menjaga konsistensi kariernya di sepak bola. “Kalau masuk timnas itu rezeki. Yang penting kariernya lancar saja di sepak bola,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mudik Lebaran Sudah Dimulai Tapi Terminal Dhaksinarga Belum Ramai
- UGM dan DPKP Sepakat Melatih 585 Peternak Kambing dan Domba DIY
- Pasar Ramadan Bantul Jadi Magnet Warga Saat Jelang Buka Puasa
- 3 Titik Wisata di Gunungkidul Ini Diprediksi Paling Padat Saat Lebaran
- Cuaca Lebaran di Jogja Bisa Berubah Cepat, Ini Kata BMKG
Advertisement
Advertisement









