Citroen 2CV Kembali Jadi Mobil Listrik Murah, Harga Rp250 Jutaan
Citroën menghidupkan kembali 2CV sebagai mobil listrik. Konsepnya tampil 11 Oktober 2026 dan versi produksi ditargetkan meluncur 2028.
Francesco Bagnaia / Reuters- John Nazca
Harianjogja.com, JOGJA — Pebalap andalan Ducati, Francesco 'Pecco' Bagnaia, secara mengejutkan menyebut timnya kini tertinggal jauh dari rival terberat mereka, Aprilia. Pernyataan keras ini meluncur seusai ia melakoni balapan yang mengecewakan di Circuit of the Americas (COTA), Minggu (29/3/2026) dini hari WIB.
Dalam balapan tersebut, Skuad Aprilia tampil sangat dominan dengan menempatkan Marco Bezzecchi sebagai pemenang, disusul rekan setimnya Jorge Martin di podium kedua. Sebaliknya, Bagnaia justru terpuruk dan hanya mampu mengakhiri balapan di posisi ke-10. Juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 itu menegaskan bahwa motor RS-GP milik Aprilia kini menjadi standar baru yang harus dikalahkan.
“Aprilia lebih unggul, dan cukup jauh di depan. Mereka telah membuat langkah maju yang sangat besar tahun ini,” aku Bagnaia, dikutip dari laman GPOne, Selasa (31/3/2026).
Masalah Serius pada Ban dan Kelincahan
Suami dari Domizia Castagnini ini kemudian membedah secara mendalam titik lemah motor Desmosedici. Menurutnya, kunci perbedaan saat ini terletak pada kemampuan motor dalam menjaga ketahanan ban tanpa mengorbankan kecepatan puncak (top speed).
“Yang membuat perbedaan, motor Aprilia tidak membuat aus ban, bahkan saat mereka memiliki top speed tinggi. Sebelumnya, kami (pembalap Ducati) kuat dalam mengelola tingkat keausan ban. Tetapi sekarang kami dibatasi fakta bahwa motor sulit untuk melakukan cornering (menikung),” jelas pembalap yang dikabarkan bakal menyeberang ke Aprilia pada MotoGP 2027 tersebut.
Seusai mengalami kendala di tikungan, para pembalap Ducati terpaksa lebih banyak menggunakan ban belakang untuk membantu motor berbelok. Hal ini mengakibatkan degradasi ban yang sangat cepat, sehingga Bagnaia kehilangan kemampuan untuk mempertahankan kecepatan di paruh kedua balapan.
Tak hanya Aprilia, motor RC-16 milik KTM yang ditunggangi Pedro Acosta juga menunjukkan peningkatan kecepatan yang mampu menandingi Ducati. Karakter motor Ducati yang kini dinilai tidak lagi ramah terhadap ban, terutama di trek teknikal dengan banyak tikungan seperti COTA, menjadi sinyal bahaya bagi tim merah.
Seusai rangkaian hasil di Amerika ini, Ducati dituntut untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Jika tidak segera menemukan solusi atas masalah cornering dan efisiensi ban, posisi mereka sebagai penguasa klasemen konstruktor terancam digusur oleh tim asal Noale yang kian solid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Citroën menghidupkan kembali 2CV sebagai mobil listrik. Konsepnya tampil 11 Oktober 2026 dan versi produksi ditargetkan meluncur 2028.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Iran memperingatkan AS-Israel soal serangan baru dan menyebut produksi senjata, pertahanan, serta amunisi naik 2,5 kali lipat.
Kapten MT Honour Ashari Samadikun meminta maaf kepada keluarga lima ABK yang gugur dalam penyanderaan perompak Somalia.
Ombudsman menghimpun temuan Program MBG dari 34 provinsi dan menyiapkan policy brief untuk memperkuat tata kelola BGN.
Riparkap Sleman disiapkan menjadi acuan pengembangan pariwisata selama 20 tahun, dengan evaluasi dan penyesuaian setiap lima tahun.