Advertisement
Timnas U-17 Belum Menang di 2026, Alarm Jelang Piala Asia
Kurniawan Dwi Yulianto. - Instagram @kurniawanqana
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Performa Timnas Indonesia U-17 menjadi sorotan setelah belum meraih satu pun kemenangan sepanjang 2026, memunculkan kekhawatiran jelang dua turnamen penting.
Kondisi ini membuat publik mulai mempertanyakan kesiapan Garuda Asia menghadapi Piala Asia U-17 2026 dan Piala AFF U-17 di tengah tren hasil negatif.
Advertisement
Skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto kembali menelan kekalahan telak 0-7 dari Korea Selatan U-17 dalam laga uji coba di Thailand, Rabu (25/3/2026). Hasil ini menambah panjang daftar hasil buruk sepanjang tahun ini.
Sebelumnya, Indonesia juga dua kali kalah dari China U-17 dengan skor 0-7 dan 2-3 dalam laga uji coba di Tangerang pada Februari lalu. Hingga kini, Mierza Firjatullah dan rekan-rekannya belum merasakan kemenangan di level internasional.
BACA JUGA
Alih-alih menjadi ajang pematangan, rangkaian uji coba di Thailand justru memperlihatkan kelemahan tim. Setelah kalah telak dari Korea Selatan, Indonesia kembali tumbang 0-3 dari India dan 2-3 dari tuan rumah Thailand.
Rangkaian hasil ini menjadi sinyal bahwa masih banyak aspek yang perlu dibenahi, terutama dalam organisasi permainan dan ketahanan mental tim.
Seluruh uji coba tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju Piala Asia U-17 2026 yang akan digelar di Arab Saudi pada 5–22 Mei 2026.
Indonesia tergabung di Grup B bersama Jepang, China, dan Qatar—grup yang dinilai sangat berat. Target lolos ke perempat final menjadi krusial karena sekaligus membuka jalan menuju Piala Dunia U-17 2026.
Setelah keberhasilan menembus delapan besar pada edisi sebelumnya, ekspektasi publik kini tetap tinggi meski performa tim sedang menurun.
Piala AFF Jadi Kesempatan Terakhir
Waktu persiapan yang tersisa membuat tim pelatih harus bergerak cepat. Kesempatan memperbaiki performa akan datang melalui Piala AFF U-17 2026 yang digelar pada 13–24 April 2026 di Indonesia.
Tergabung di Grup A bersama Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste, turnamen ini diharapkan mampu meningkatkan chemistry serta kepercayaan diri pemain. Setelah ajang tersebut, tim pelatih dituntut sudah menemukan komposisi dan strategi terbaik sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gelar Pertemuan Tertutup, KPK dan Polri Bahas Perkara Korupsi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kronologi Brutal Pengeroyokan di Sleman, Berawal dari Geber Motor
- Rekening Donasi Dibuka untuk Warga Iran Terdampak Konflik
- Jadwal KRL Jogja Solo Jumat 3 April 2026, Padat Seharian Tarif Tetap
- Jelang Muscab, PKB Bantul Matangkan Konsolidasi Partai
- HUT ke-80 Sultan HB X, 16 Ribu Nasi Angkringan Ludes di Malioboro
Advertisement
Advertisement








