BPJS Ketenagakerjaan Ajak Ibu-Ibu di Jogja Jadi Kader Pelindung Pekerja Informal
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengenalkan PERISAI Jaga Warga kepada calon kader ibu-ibu untuk memperluas perlindungan pekerja informal.
Razzi Taruna. Dok/psimjogja
Harianjogja.com, JOGJA—Kabar mengejutkan datang dari manajemen PSIM Jogja. Manajer tim, Razzi Taruna, resmi mengumumkan pengunduran dirinya setelah kurang lebih tiga tahun mengabdi bersama Laskar Mataram.
Keputusan tersebut disampaikan langsung melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (30/4/2026) yang berisi pesan perpisahan emosional kepada seluruh elemen klub dan suporter. Dalam pernyataannya, Razzi mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan bersama PSIM, termasuk momen bersejarah saat tim berhasil menjuarai Liga 2 dan kembali promosi ke kasta tertinggi setelah penantian panjang.
“Selama kurang lebih tiga tahun saya di sini, kita telah mencapai banyak momen bahagia bersama,” tulisnya.
Ia juga menyinggung pencapaian penting lainnya, yakni keberhasilan PSIM bertahan di kompetisi kasta tertinggi pada musim perdananya setelah promosi. Diketahui, PSIM kini berlaga di kompetisi level tertinggi Indonesia usai menjadi juara Liga 2 musim 2024/2025.
Dalam pesannya, Razzi menyampaikan terima kasih kepada kelompok suporter seperti Brajamusti dan The Maident yang selama ini memberikan dukungan penuh. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjabat sebagai manajer.
“Di atas semua ketidaksempurnaan itu, saya selalu perjuangkan, mati-matian dan kedepankan PSIM di atas segalanya,” ungkapnya.
Keputusan mundur ini, menurut Razzi, telah melalui pertimbangan matang. Ia memilih untuk mengakhiri kebersamaan dengan PSIM demi mencari tantangan baru, baik dalam karier profesional maupun kehidupan pribadinya.
Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada sosok penting di balik awal kariernya di sepak bola, yakni Liana, yang disebut sebagai orang pertama yang memberikan kepercayaan saat dirinya masih berusia 22 tahun.
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada seluruh jajaran manajemen, pemain, pelatih, dan official yang pernah bekerja sama dengannya selama di PSIM. Ia berharap seluruh elemen klub dapat terus meraih kesuksesan di masa depan.
Dalam penutupnya, Razzi menyampaikan pesan kuat kepada semua pihak di dalam klub agar menjaga loyalitas terhadap PSIM. Ia menegaskan bahwa kecintaan suporter terhadap klub sangat besar dan harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Jangan pernah sekalipun mengkhianati PSIM,” tulisnya.
Ia pun menutup pernyataan tersebut dengan salam perpisahan, sembari menegaskan bahwa dirinya akan tetap mendukung PSIM ke depan.
“Saya pamit undur diri. Saya akan selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk PSIM,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengenalkan PERISAI Jaga Warga kepada calon kader ibu-ibu untuk memperluas perlindungan pekerja informal.
Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan penyesuaian definisi korupsi dengan menghapus unsur kerugian negara. Simak cakupan pidana dalam UNCAC.
Pemerintah menanggung 100% PPN tiket pesawat ekonomi domestik untuk Nataru 2026/2027. Simak periode berlaku dan simulasi diskonnya.
Macron menilai keadaan darurat belum diperlukan di tengah protes besar Prancis. Lebih dari 2.500 orang ditangkap dan jam malam diberlakukan.
BMKG memperingatkan gelombang 2,5–4 meter di perairan selatan DIY pada 23–26 Oktober 2026. Sejumlah wilayah Jateng juga waspada kekeringan.
TNI akan menindaklanjuti informasi KPK soal dugaan dua prajurit aktif terlibat korupsi dana siap pakai BNPB untuk penanganan bencana.