Perusak Bendera dan Palang Kereta di DIY Dijerat Pasal Berlapis
Polisi menjerat S dengan pasal berlapis KUHP baru atas perusakan bendera dan palang kereta di Bantul-Sleman, ancaman maksimal 7 tahun penjara.
Bek veteran PSIS Semarang, Otavio Dutra/ Instagram: PSIS Semarang
Harianjogja.com, SLEMAN—Pertandingan antara PSIS Semarang melawan PSS Sleman akan digelar pada Minggu (3/5/2026) di Stadion Maguwoharjo di Sleman. Laga ini menjadi penutup musim bagi kedua tim, dengan tensi tetap tinggi meski posisi PSIS sudah aman.
Bek veteran PSIS, Otavio Dutra, menyoroti kekuatan utama PSS yang terletak pada lini depan. Ia menyebut kombinasi Gustavo Tocantins, Riko Simanjuntak, dan Terens Puhiri sebagai salah satu trio penyerang terbaik di kompetisi musim ini.
"Tentang striker ya dari Brazil [Tocantins] dan Riko Simanjuntak sama Terens Puhiri. Mereka memang menurut saya itu satu trio terbaik di Liga 2 ini ya," kata Dutra dalam Pre Match Press Conference, Sabtu (2/5/2026).
Sebagai pemain belakang, Dutra memiliki pengalaman langsung menghadapi karakter permainan para penyerang tersebut. Ia mengaku sudah memahami kualitas Riko Simanjuntak yang pernah menjadi rekan setimnya.
"Saya sudah main sama Riko di Persija. Saya tahu Riko pemain penting ya buat tim ini dan punya ya banyak hal itu yang saya sangat suka ya, kecepatan, dribbling, pemain cerdas dan lain-lain," ungkapnya.
Selain Riko, Dutra juga menilai Terens Puhiri memiliki kecepatan tinggi dan kecerdasan bermain yang membuatnya berbahaya di sisi sayap.
Sementara itu, Gustavo Tocantins disebut sebagai penyerang komplet dengan kemampuan duel udara yang efektif. Meski tidak terlalu tinggi, akurasi sundulannya dinilai menjadi ancaman nyata bagi lini belakang lawan.
"Tocantins kita tidak usah ngomong ya, [dia] salah satu top scorer di liga. Pemain yang pintar ya meskipun tidak terlalu tinggi tapi punya heading yang sangat bagus, akurat," lanjutnya.
Meski mengakui kekuatan lawan, Dutra menegaskan PSIS tidak datang untuk bertahan. Ia memastikan timnya tetap percaya diri mampu meredam serangan PSS dengan permainan kolektif.
"Ya, tiga pemain ini memang kita harus waspadai karena mereka punya kelebihan masing-masing. Tetapi kita juga percaya dengan tim kita, PSIS Semarang ini kita akan main kompak," ujarnya.
Selain lini depan, Dutra juga mengingatkan rekan setimnya untuk mewaspadai sektor lain PSS, termasuk lini belakang yang diperkuat Lucao serta lini tengah yang dikomandoi Frederic Injai yang dinilai memiliki peran penting dalam mengatur tempo permainan.
Dengan seluruh kekuatan yang dimiliki kedua tim, pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat. PSIS tetap membawa misi kemenangan sebagai penutup musim, sementara PSS ingin memaksimalkan keunggulan bermain di kandang di Stadion Maguwoharjo di Sleman. Hasil laga ini akan menjadi penentu momentum akhir musim bagi kedua tim sebelum menghadapi kompetisi berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menjerat S dengan pasal berlapis KUHP baru atas perusakan bendera dan palang kereta di Bantul-Sleman, ancaman maksimal 7 tahun penjara.
Iran dan Oman menyepakati peta rute pelayaran Selat Hormuz setelah perundingan teknis selama tiga bulan, tetapi jalur belum sepenuhnya normal.
Pemerintah menyiapkan dokter terbang dan mobile dentist untuk memperluas layanan kesehatan, termasuk menjangkau daerah terpencil.
Wacana dwikewarganegaraan yang disampaikan Prabowo masih sebatas gagasan. Pemerintah belum menyusun skema dan target penerapannya.
PLN mengerahkan personel penuh memulihkan listrik pascagempa Flores. Sebanyak 98,3 persen penyulang dan 88 persen pelanggan sudah menyala.
Novak Djokovic tersingkir dari Cincinnati Open 2026 setelah kalah 6-2, 4-6, 4-6 dari petenis Argentina Thiago Agustin Tirante.