Iran Tetap Tutup Selat Hormuz hingga AS Penuhi Komitmen Damai
Iran menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup sampai AS memenuhi komitmen dalam nota kesepahaman, termasuk pencabutan blokade dan sanksi minyak.
Madura United versus PSM Makassar/Antara-Saiful Bahri
Harianjogja.com, PAMEKASAN—Madura United menaklukkan PSM Makassar 2-1 pada semifinal kedua Piala Indonesia di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (7/7/2019).
Meskipun menang, Madura United gagal melaju ke final Piala Indonesia karena PSM unggul gol tandang.
Sejak pertandingan dimulai, kedua tim menerapkan pola permainan menyerang. Tetapi PSM beberapa kali mengancam gawang Madura United. Tekanan demi tekanan oleh tim tamu semakin besar sampai pada menit ke-10 Madura terlihat kurang bebas di lapangan. Namun memasuki menit ke-20 Madura mulai mampu menguasai diri, bahkan tampil lebih agresif menembus jantung pertahanan PSM Makassar.
Memasuki menit ke-30, Madura United mendapat hadiah penalti pemain PSM melanggar Beto. Aleksandar Rakic yang menjadi algojo tendangan penalti sukses menjalankan tugas untuk mengubah kedudukan 1-0 untuk Madura United.
Tertinggal 1 gol, tim tamu berupaya keras menyamakan kedudukan dengan membangun serangan dari kedua sayap.
Namun, permainan rapat lini bekalang Laskar Sape Kerrap membuat serangan-serangan PSM kandas, bahkan Juku Eja kewalahan menghadapi serangan balik pemain depan Madura United.
Pada babak kedua, PSM mengambil inisiatif serangan sehingga dua peluang tercipta. Ancaman dari tim tamu menjadi pemicu bagi Laskar Sape Kerrap untuk lebih mematangkan serangan ke pertahanan PSM.
Hasilnya, pada menit ke-58 kerjasama Rakic dengan Greg, memperbesar keunggulan tuan rumah. Tendangan kapten Madura United Greg Nwokolo gagal dibendung kiper PSM Hilmansyah sehingga skor berubah menjadi 2-0 untuk Madura United.
PSM Makassar tidak patah semangat apalagi PSM hanya butuh selisih satu gol saja. PSM terus menyerang dengan menciptakan peluang berbahaya lewat pergerakan Guy Junior. Namun penjaga gawang M Ridho kembali menggagalkan peluang itu.
Juku Eja baru bisa mencetak gol saat babak kedua tersisa 10 menit, melalui Aaron Evan setelah menerima umpan dari Bayu Gatra Sanggiawan sehingga skor berubah 2-1.
Bagi Laskar Sape Kerrap skor 2-1 berarti kekalahan karena untuk melaju ke final, Madura harus unggul dua gol atas PSM. Madura pun berusaha keras menambah gol tapi tidak membuahkan hasil sampai babak kedua berakhir.
Madura United akhirnya harus merelakan jatah final Piala Indonesia jatuh ke tangan PSM karena kalah gol tandang.
“Ini semua terjadi, berkat kerja keras dan mental yang kuat pemain kami di lapangan,” kata pelatih PSM Darije Kalezic seusai pertandingan.
Sementara pelatih Madura United FC Dejan Antonic menyatakan, anak asuhnya sudah berupaya keras memenangkan pertandingan, akan tetapi keberuntungan belum berpihak kepala Laskar Sape Kerrap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Iran menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup sampai AS memenuhi komitmen dalam nota kesepahaman, termasuk pencabutan blokade dan sanksi minyak.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.
Perpres Ojol segera terbit. Tarif angkutan orang akan diatur Kemenhub, sedangkan tarif barang dan makanan menjadi kewenangan Komdigi.