New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Asyraq Gufron (kanan) kerepotan mengawal pergerakan striker PSIS Silvio Escobar./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN—Macetnya kreativitas PSS Sleman menjadi penyebab utama kekalahan 1-3 dari PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (17/7/2019). Pelatih PSS Seto Nurdiyantoro menyebut kegagalan menguasai lini tengah dan buruknya kebugaran menjadi biang penampilan buruk timnya.
Brian Dimatikan
PSS dan PSIS sama-sama menurunkan formasi 4-3-3. Bedanya lini tengah Mahesa Jenar lebih bertenaga. Duo gelandang Patrick Mota dan Arthir Bonai secara sempurna menjalankan peran sebagai pemutus aliran serangan sekaligus penyokong Septian David Maulana saat menyerang.
Mota dan Bonai juga sukses mematikan pergerakan Brian Ferreira. Brian, gelandang Argentina berpaspor Irak, adalah sumber kreativitas utama Super Elang Jawa. Hingga pekan ketujuh, di tiap pertandingan gelandang serang Argentina itu mencatat rata-rata 2,5 tembakan, 2,1 dribel sukses, dan 3,2 operan kunci. Tak ada pemain PSS yang membuat operan kunci lebih banyak ketimbang Brian.
Ketika menghadapi PSIS, Brian sepertinya akan meneruskan performa apik. Di menit keempat dia sudah mencetak gol setelah meneruskan umpan operan ke dalam dari bek kanan Bagus Nirwanto. Namun, setelah gol tersebut, Brian tenggelam bersama nyaris semua pemain PSS lain.
Brian terkunci. Pergerakannya nyaris selalu mandek karena dilanggar Mota maupun Bonai. Sepanjang laga, Brian hanya sekali sukses mendribel bola dan dia dilanggar tujuh kali. Dia juga Cuma membuat satu operan kunci, sangat jauh dibandingkan dengan rata-rata 3,2 operan kunci yang dia catat di tujuh pertandingan sebelumnya.
Dukungan Minim Ricky Kambuaya
Saat Brian macet, Ricky Kambuaya yang dipasang menggantikan Dave Mustaine tak mampu menyokongnya. Dia memang mampu bertahan dengan baik dengan torehan tiga tekel, dua intersep, dan dua pelanggaran. Namun, atribut Kambuaya dalam menyerang sangat minim. Gelandang 23 tahun itu hanya melepas tujuh operan di sepertiga akhir lapangan, dan tak sampai separuh yang akurat. Satu-satunya pemain PSS yang tampil lumayan justru gelandang bertahan Batata. Pemain yang lama cedera dan baru mencatat debut kala PSS mengalahkan Kalteng Putra 2-0 tersebut memenangi tiga duel, mencatat masing-masing satu blok dan satu pelanggaran, serta membuat dua tekel. Namun, Batata adalah gelandang bertahan sehingga dia tak bisa diharapkan membantu Brian yang mati kutu.
“Tidak ada kreativitas di lini tengah. Ini yang menjadi kekurangan kami. Karena kalah di lini tengah, kami main umpan jauh dan bola-bola atas, tetapi kami juga selalu kalah. Begitu juga dengan duel satu lawan satu. Ini jadi pembelajaran saya dan pemain,” ucap Seto.
Duet bek tengah PSIS Muhammad Rio Saputro dan Wallace Costa tampil sangat apik di bolo-bola atas. Keduanya terlibat dalam sembilan duel udara dan memenangi tujuh duel. Akibatnya, ketika lini tengah kalah dominan, lini depan PSS juga kepayahan. Yevhen Bokhasvilli hanya dua kali punya kesempatan melepas tembakan ke gawang lawan dan dia selalu kalah duel dalam empat kesempatan.
Sayap Lumpuh
Sementara, penyerang sayap lumpuh. Cederanya Rangga Muslim Perkasa ternyata berakibat buruk. Irkham Milla gagal tampil konsisten. Setelah bermain bagus di dua pertandingan terakhir (saat PSS menang 2-1 atas Persebaya, Milla bahkan memasok asis untuk gol Haris Tuharea), penyerang sayap 21 tahun itu tampil bagai hantu saat melawan PSIS.
Dia bermain selama 67 menit sebelum digantikan Kushedya Hari Yudo. Dalam kurun waktu tersebut, rapor Milla merah. Dia tak mencatat umpan kunci dan hanya lima kali menyentuh bola di sepertiga akhir lapangan. Di sisi lain, Haris Tuharea yang mencetak tiga gol dalam dua laga terakhir PSS juga tampil melempem. Haris bermain lebih lama ketimbang Milla, hingga menit ke-86 sebelum digantikan Arsyad Yusgiantoro. Namun, catatan performanya jauh dari sempurna. Selain satu tembakan yang bisa diblok kiper PSIS Jandia Eka Putra di pertengahan babak pertama, sayap kiri 24 tahun itu hanya mencatat tiga operan, satu umpan kunci, dan dua dribel gagal di sepertiga akhir lapangan.
Keduanya gagal menjadi solusi alternatif untuk PSS ketika Brian Ferreira dimatikan oleh duo gelandang PSIS.
Lini belakang PSS pun kerepotan. Bek kiri Derry Rachman yang tampil apik saat menghadapi Kalteng Putra dan Persebaya tidak bisa menyokong Haris Tuharea. Derry hanya tiga kali membawa bola ke sepertiga akhir lapangan. Dia juga gagal menutup pergerakan Fredyan Wahyu yang sukses mengirim asis untuk gol penyama kedudukan PSS yang diciptakan Silvio Escobar di menit ke-32.
Kerepotan Antisipasi Umpan Silang
Bagus Nirwanto yang cukup konsisten dalam menyerang dan bertahan kurang piawai dalam mengoper. Dia mencoba melepas dua umpan silang dan dua-duanya gagal menemui sasaran. Duet bek tengah Asyraq Gufron dan Purwaka Yudi sebenarnya tampil lumayan, setidaknya hingga menit ke-32. Keduanya mampu membuat dua tekel, tiga blok, dan dua intersep untuk meredam serangan PSIS.
Sayangnya, mereka lemah dalam mengantisipasi umpan silang. Kelemahan ini terbukti sangat krusial. Asyraq gagal mengintersep umpan silang Ferdyan Wahyu dan menutup pergerakan Silvio Escobar di menit ke-32 sehingga PSS kebobolan. Di menit ke-46, Asyraq, Purwaka Yudi, dan Derry Rachman malah gagal membaca posisi Bayu Nugroho yang dengan leluasa melepas tendangan voli menyambut bola umpan silang Safrudin Tahar.
Seto mengatakan para pemainnya kekelahan sehingga skema yang dirancang tidak berjalan sebagaimana mestinya. PSS hanya punya waktu tiga hari untuk mempersiapkan tim menghadapi PSIS. Seusai menang 2-1 atas Persebaya, Sabtu (13/7/2019) lalu, Bagus Nirwanto dan kawan-kawan tidak beristirahat dan langsung tancap gas. Akibatnya, kebugaran pemain terkuras.
“Ini telihat ketika kami selalu kalah dalam duel satu lawan satu. Pergerakan pemain juga tanggung, ini jadi evaluasi kami,” kata Seto seusai pertandingan.
“Ini jadi pembelajaran bagi kami semua. Di briefing juga saya sudah bilang counter attack dari PSIS sangat cepat. Tetapi karena faktor fisik akhirnya sulit diantisipasi. Ini jadi bahan pembelajaran kami,” ucap Seto.
Akibat kekalahan perdana di kandang ini, PSS Sleman harus turun peringkat dari posisi kelima ke anak tangga kesembilan. Sementara tambahan tiga angka membawa PSIS Semarang menggeser posisi PSS Sleman di posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 14 angka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Kamis 24 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 24 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 24 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.