Prediksi Chelsea Vs Man City: The Blues Lanjutkan Rekor
Chelsea mengawali Liga Premier Inggris musim ini dengan hasil positif tanpa sekali pun kalah di empat laga. Kali ini konsistensi mereka diuji oleh juara bertahan Manchester City.
Pertandingan Persis Solo melawan PSIM Jogja pada 2013./JIBI-Solopos-dok
Harianjogja.com, JOGJA—Suporter PSIM Jogja kemungkinan besar tidak akan mendapatkan kuota tiket di Derby Mataram, Jumat (16/8/2019) pekan depan. Pada pertandingan pekan ke-11 Liga 2019, tersebut, Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persis Solo akan mengedepankan faktor keamanan mengingat panasnya rivalitas Persis Solo dan PSIM Jogja.
Derby Mataram sudah menyedot perhatian fans kedua tim. Suporter Persis maupun PSIM saling melancarkan perang urat saraf (psywar) lewat media sosial (medsos). Perseteruan Laskar Mataram dengan Laskar Sambernyawa memang sudah mendarah daging dan menjadi salah satu persaingan paling panas di Liga 2 2019 musim ini.
Manajer Persis Solo, Langgeng Jatmiko, mengatakan Derby Mataram hampir selalu dipanaskan rivalitas di dalam dan di luar lapangan. Hal tersebut berpotensi memicu hal tak diinginkan yang bisa merugikan tim maupun suporter.
Menurut Langgeng, Panpel Persis tengah menggodok sejumlah formula agar laga sarat gengsi tersebut dapat berjalan lancar. Salah satunya adalah melarang suporter tim tamu ke Stadion Wilis. PSIM memiliki tiga kelompok suporter fanatik yakni Brajamusti, The Maident, dan Jogjakartans.
“Untuk menjaga kondusivitas, kami minta suporter Jogja jangan hadir dulu. Ngerem dulu,” ujar Langgeng saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Rabu (7/8/2019).
Kebijakan melarang suporter PSIM hadir ke Madiun agaknya menjadi solusi di tengah hubungan dengan pendukung Persis yang belum harmonis. Apalagi saat ini Laskar Sambernyawa menjadi tim musafir di Kota Gadis, julukan Madiun.
Wali Kota Madiun, Maidi, sempat marah besar lantaran sejumlah fasilitas stadion rusak seusai laga Persis melawan Martapura FC pertengahan Juli 2019 lalu. Saat itu sejumlah suporter merusak sejumlah fasilitas lantaran tidak puas dengan hasil pertandingan dan kinerja manamejen.
Sementara itu, pendukung Persis yakni Pasoepati dan Surakartans mulai mempersiapkan keberangkatan ke Madiun untuk menyaksikan Derby Mataram. Mereka menggalang tur dengan menggunakan mobil pribadi, bus hingga truk.
Seorang pendukung Persis, Joni Setiawan, 24, mengaku sudah menyewa bus bersama rekannya untuk ngluruk ke Madiun. “Laga melawan PSIM selalu memberi semangat tersendiri bagi kami. Sayang kalau kami terus melakukan boikot di laga sepenting ini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Chelsea mengawali Liga Premier Inggris musim ini dengan hasil positif tanpa sekali pun kalah di empat laga. Kali ini konsistensi mereka diuji oleh juara bertahan Manchester City.
Penembakan di Islamic Center San Diego tewaskan 5 orang. Diduga hate crime, FBI turun tangan, WNI dipastikan aman.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Mentan Amran bongkar skandal Kementan: mafia proyek, ASN dipecat, hingga dugaan benih Rp3,3 miliar. Pelaku terancam hukuman berat.
Industri perhotelan di Indonesia terus bergerak dinamis. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan bisnis dan wisata, The Ascott Limited.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.