Wonogiri Putar Haluan Ekonomi, Pariwisata dan Ekraf Jadi Andalan Baru
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Indra Sjafri memimpin latihan Timnas Indonesia U-23 di Lapangan Yogyakarta Independent School, Sleman, Senin (26/8/2019)./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN—Pelatih Indonesia U-23 Indra Sjafri membutuhkan pemain serbabisa dalam skuat yang akan dibawa menuju SEA Games 2019. Peluang dua pemain muda PSS, Irkham Milla dan Sidik Saimima, untuk berebut tiket menuju pesta olahraga Asia Tenggara sama besarnya.
Indra memanggil 26 pemain, termasuk Irkham dan Sidik, dalam pemusatan latihan di Yogyakarta Independent School (YIS) dari 25-31 Agustus nanti. Jumlah pemain ini akan dikerucutkan pada 31 Agustus mendatang. Indra tak menyebutkan berapa pemain yang akan dipilih pada seleksi terakhir kali ini. Namun, dia akan mendaftarkan 40 pemain ke panitia SEA Games 2019, 2 September mendatang.
“Dari jumlah tersebut, ada lima kiper dan lima pemain senior. Nanti akan ada 48 pemain dari hasil pemusatan latihan sekarang dan tiga bulan lalu. Jadi kami harus mengeliminasi delapan pemain untuk menjadi 40 pemain nantinya,” lanjutnya.
Indra harus hati-hati memilik karena setelah 2 September, tidak boleh ada tambahan pemain selain 40 pemain yang didaftarkan. Dari 40 pemain itu, hanya separuh yang bisa didaftarkan di tiap laga. Dengan demikian, Indra harus memilih pemain yang serbaguna dan tak hanya terpaku di satu posisi.
“Saat pertandingan, kami hanya boleh menggunakan 20 pemain. Inilah yang membuat kami harus memutar otak. Kami harus memilih satu pemain yang bisa main di beberapa posisi. Dengan 20 pemain, kami harus memiliki tiga kiper dan 17 pemain lapangan,” terang Indra.
Irkham dan Sidik harus mengembangkan kemampuan mereka. Irkham adalah penghuni pos penyerang sayap kanan utama PSS. Namun, di beberapa pertandingan, seperti saat PSS dengan cemerlang menekuk tuan rumah Madura United, Irkham bisa menempati pos penyerang kiri. Dia juga tergolong dingin di depan gawang. Sementara, Sidik adalah gelandang tengah. Di PSS dia melengkapi kreativitas Brian Ferreira dan soliditas Guilherme Batata. Sidik bisa menyerang dan bertahan sama bagusnya. Dalam 10 penampilan di Liga 1 2019, gelandang 26 tahun ini melepas empat tembakan (satu tepat sasaran), mencatat tujuh tekel, satu offside, dan 9 pelanggaran.
Jika mampu konsisten dan mengembangkan potensi yang mereka miliki, peluang Irkham dan Sidik bermain di SEA Games 2019 di Filipina cukup besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.