FAM Protes Injury Time Indonesia vs Bangladesh, Minta FIFA Jelaskan
FAM meminta FIFA menjelaskan perubahan injury time Indonesia vs Bangladesh dari dua menjadi tujuh menit dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
Seto Nurdiyantoro/Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JAKARTA - Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro menganggap lapangan Stadion PTIK Jakarta, kandang Bhayangkara FC, tidak ideal. PSS akan dijamu Bhayangkara FC pada pertandingan pekan ke-22 Liga 1 2019, Jumat (4/10/2019) sore.
Seto mengatakan, saat uji lapangan, pemainnya banyak menghadapi kendala. Laju bola yang terganggu karena rumput yang tebal. Selain itu, kualitas udara di sekitar stadion juga buruk.
“Ada beberapa pemain mengeluh dengan pernapasannya. Mungkin di sini polusi tinggi,” ucap Seto, Kamis (3/10/2019).
PSS kehilangan tujuh pemain saat dijamu Bhayangkara FC. "Kami akan berusaha untuk menyulitkan Bhayangkara. Saat ini dengan kondisi yang kami miliki, kami akan fokus untuk mencuri poin ," ucap Seto.
Sementara, kapten PSS Sleman Bagus Nirwanto siap menunjukkan permainan terbaiknya dan tampil agresif.
"Saya mewakili pemain, siap untuk pertandingan besok. Kami akan berusaha bermain maksimal,” kata Bagus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FAM meminta FIFA menjelaskan perubahan injury time Indonesia vs Bangladesh dari dua menjadi tujuh menit dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.