Proyek Pabrik VinFast di AS Terancam Diambil Alih Pemerintah
VinFast digugat di AS terkait proyek pabrik EV di North Carolina setelah penundaan dan dugaan pelanggaran kesepakatan investasi.
Bambang Susanto/Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JOGJA—Derbi Mataram antara PSIM Jogja dan Persis Solo pada pertandingan terakhir fase grup Liga 2 2019 di Stadion Mandala Krida, di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019) sore, disudahi dengan kericuhan.
CEO PT PSIM Jaya Bambang Susanto mengaku sangat prihatin dengan keributan tersebut.
“Sangat prihatin, apalagi situasi juga menjadi tidak terkendali. Sangat-sangat prihatin,” kata Bambang Susanto.
Bambang mengaku belum bisa berkata banyak terkait dengan insiden yang berujung pada pembakaran mobil polisi tersebut. Ia akan melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian terkait dengan dampat yang ditimbulkan dari insiden tersebut. “Kami masih melakukan pembicaraan dengan aparat. Ini lagi dibicarakan,” ucap Bambang.
Keributan diawali pada pengujung pertandingan saat PSIM tertinggal 2-3. Pertandingan ini sebenarnya tak lagi menentukan karena baik PSIM maupun Persis sudah gagal lolos ke 8 besar. Namun, tensi Derbi Mataram selalu tinggi.
Pada injury time, pemain Persis Solo Shulton Fajar berlama-lama memegang bola setelah dinyatakan offside. Kemudian, tiga pemain PSIM Jogja yang tersulut emosi mendekat dan sempat adu mulut.
Bek PSIM Jogja Ahmad Hisyam Tolle yang tidak bisa mengontrol emosi akhirnya memukul Shulton. Wasit asal Jakarta Zetman Pangaribuan yang memimpin jalannya laga langsung memberikan kartu merah kepada Tolle. Tak sampai di situ, Shulton kembali menantang pemain PSIM lainnya. Gelandang PSIM Jogja Raymond Tauntu langsung ikut memukul. Senasib dengan Tolle, Raymond akhirnya diganjar kartu merah.
Zetman juga memberikan kartu merah kepada Shulton. Namun, saat Shulton keluar lapangan, emosi Ahmad Hisyam Tolle tetap tidak terbendung. Tolle yang telah keluar dan mencopot kausnya masuk ke lapangan dan mengejar dan menendang Shulton.
Kerumunan penonton langsung turun ke lapangan. Semua pemain Persis berhamburan masuk ke ruang ganti dan pertandingan akhirnya dinyatakan berakhir saat Persis unggul 3-2 atas tuan rumah Persis.
Polisi yang berusaha menenangkan massa sempat menembakkan gas air mata. Banyak penonton yang terpapar gas air mata. Tidak hanya wanita, banyak anak-anak yang harus dievakuasi ke ruangan stadion.
Di luar stadion, keributan tidak mereda. Sebuah mobil dinas kepolisan yang diparkir di area parkir barat daya Stadion Mandala Krida dibakar dan satu mobil lainnya dibalik. Satu unit mobil pemadam kebakaran didatangkan untuk memadamkan kobaran api, tetapi terhalang kerumunan massa.
https://www.youtube.com/watch?v=bDFOOQzNQhk&t=46s
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
VinFast digugat di AS terkait proyek pabrik EV di North Carolina setelah penundaan dan dugaan pelanggaran kesepakatan investasi.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.