PSIM Jogja Pertahankan Empat Pilar Asing

Jumali
Jumali Selasa, 21 Juli 2026 19:07 WIB
PSIM Jogja Pertahankan Empat Pilar Asing

Tangkapan layar

Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja memastikan tidak akan melakukan perubahan besar terhadap komposisi pemain asing menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Laskar Mataram memilih mempertahankan empat legiun asing yang menjadi tulang punggung tim pada musim lalu sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas skuad.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Manajer Tim PSIM Jogja, Iksan Mahar. Menurutnya, manajemen bersama tim pelatih menilai kontribusi empat pemain asing tersebut sangat penting dalam perjalanan tim sepanjang musim 2025/2026.

Empat pemain yang dipastikan tetap berseragam PSIM musim depan adalah Ze Valente, Ezequiel "Pulga" Vidal, Yusaku Yamadera, dan Jop van der Avert.

“Manajemen dan tim pelatih sepakat untuk melanjutkan kerja sama dengan empat pemain asing kita dari skuad musim lalu. Keempat pemain ini memiliki kontribusi yang besar untuk pencapaian tim di musim lalu. Jadi, para pemain kunci ini kami putuskan untuk melanjutkan pengabdian bersama PSIM musim depan,” kata Iksan.

Keputusan mempertahankan empat legiun asing tersebut sekaligus menunjukkan kepercayaan besar manajemen terhadap kerangka tim yang sudah terbentuk. PSIM menilai keberlanjutan skuad menjadi faktor penting untuk menghadapi tantangan kompetisi yang diperkirakan semakin ketat pada musim mendatang.

Di sektor pertahanan, PSIM masih akan mengandalkan duet Yusaku Yamadera dan Jop van der Avert. Keduanya menjadi figur penting dalam menjaga keseimbangan permainan tim sepanjang musim lalu.

Sementara itu, kreativitas dan daya gedor lini serang tetap bertumpu pada duet Ze Valente dan Pulga Vidal. Keduanya dikenal sebagai motor permainan yang kerap menjadi pembeda dalam berbagai pertandingan penting.

Iksan menilai komposisi tersebut memberikan keseimbangan yang ideal antara kekuatan bertahan dan kemampuan menyerang. Dengan fondasi yang sudah terbangun, tim pelatih diharapkan lebih mudah mengembangkan strategi permainan untuk menghadapi musim baru.

“Kombinasi merata antara pilar pertahanan dan motor serangan dipercaya membuat tim makin solid,” ujarnya.

PSIM tidak ingin sekadar menjadi peserta kompetisi pada musim kedua mereka di Super League. Manajemen telah memasang target yang lebih tinggi dibanding pencapaian musim sebelumnya.

Karena itu, mempertahankan pemain-pemain yang sudah memahami karakter tim dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga konsistensi performa sejak awal musim.

“Kami ingin meracik skuad yang solid dan kompetitif untuk musim depan. Empat pemain ini merupakan salah satu modal besar tim untuk bisa mencapai ambisi kita untuk raih capaian lebih baik pada musim kedua di Super League,” kata Iksan.

Selain kontribusi di atas lapangan, keempat pemain asing tersebut juga diharapkan mampu memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan pemain lokal. Pengalaman bermain di berbagai kompetisi dan kualitas individu yang dimiliki dianggap dapat menjadi contoh bagi pemain muda maupun pemain lokal PSIM.

“Besar harapan kami agar mereka mampu memberikan perbedaan di dalam dan luar lapangan. Selain meningkatkan performa tim bermodal pengalaman, kualitas, serta performa konsisten mereka, mereka diharapkan pula menjadi teladan bagi para pemain lokal,” tutupnya.

Dengan mempertahankan empat pilar asing sekaligus menjaga kerangka utama tim, PSIM Jogja menunjukkan keseriusannya dalam membangun skuad yang kompetitif. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Laskar Mataram ingin tampil lebih kuat dan bersaing di papan atas Super League 2026/2027.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online