Studi Global Ungkap Lonjakan Gangguan Mental pada Remaja
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Ayub Antoh/Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Ayub Antoh beberepa kali mendapatkan kesempatan satu panggung dengan idolanya, Didi Kempot. Namun, eks fullback PSIM Jogja ini tak berniat berhenti dari dunia sepak bola profesional.
“Puji Tuhan, ada beberapa tawaran manggung, tetapi saya tetap pilih dunia sepak bola. Menyanyi hanyalah hobi, dan Puji Tuhan bisa memberi berkah kepada semua saat diundang menyanyi,” kata Ayub kepada Harian Jogja, Kamis (24/10/2019).
Menurut Ayub, dia tidak pernah menyangka jika video yang diunggahnya saat dirinya menyanyikan lagu campursari milik Didi Kempot menjadi viral di media sosial. Sebab, sejak awal dirinya hanya bertujuan menyalurkan hobi. Setelah videonya viral, Ayub diundang untuk menjadi salah satu narasumber di program salah satu televisi swasta. Selain itu, Ayub juga beberapa kali mendapatkan kesempatan satu panggung bersama dengan Didi Kempot. “Terakhir pas ada acara di Stadion Kridosono, saya satu panggung sama beliau [Didi Kempot]. Rasanya senang karena bisa membagi berkah dan ini adalah ibadah,” ucap Ayub.
Ayub kelahiran Sorong, Papua Barat, kelahiran 14 Agustus 1995. Sejak 2003 ia sudah merantau ke Jogja dengan tinggal di Panti Pondok Penaga, Kalasan, Sleman. Sepak bola mulai dia geluti saat dirinya masuk klub sepak bola Tunas Nusa Harapan (TNH).
Ayub sempat direkrut oleh Diklat Salatiga bersama dengan Ravi Murdianto, Andy Setyo dan beberapa nama lain yang kini bolak-balik ke Timnas kelompok usia.
Setelah lulus dari Diklat Salatiga, ia sempat berseragam Persab Brebes, Porda Sleman dan kemudian gabung PSIM Jogja pada 2016. Meski turun di dunia sepak bola profesional, Ayub tidak lupa untuk menuntut ilmu. Ia tercatat sebagai salah satu mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.