Van Gastel Puas dengan Energi Pemain PSIM di Uji Coba Perdana

Jumali
Jumali Sabtu, 01 Agustus 2026 20:17 WIB
Van Gastel Puas dengan Energi Pemain PSIM di Uji Coba Perdana

Laga uji coba PSIM Jogja vs Beta Jaya/PSIM Jogja

Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja memanfaatkan laga uji coba perdana pra-musim sebagai langkah awal membangun chemistry dan identitas permainan menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Menghadapi Beta Jaya di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Sabtu (1/8/2026), Laskar Mataram mulai menguji konsep permainan yang diinginkan pelatih kepala Jean-Paul van Gastel.

Meski hasil pertandingan bukan fokus utama, laga tersebut menjadi kesempatan penting bagi tim pelatih untuk melihat perkembangan pemain, terutama para rekrutan baru yang masih beradaptasi dengan lingkungan dan sistem permainan PSIM.

Van Gastel mengaku cukup puas dengan respons yang ditunjukkan para pemain pada pertandingan pertama sejak ia menangani tim. Menurutnya, proses adaptasi masih menjadi pekerjaan utama karena banyak pemain baru yang harus memahami tuntutan dan filosofi permainan yang ingin diterapkan.

“Ini kan pertandingan pertama, jadi para pemain harus saling beradaptasi satu sama lain, dan para pemain baru juga harus terbiasa dengan saya dan apa yang saya harapkan dari mereka,” ujar pelatih asal Belanda tersebut.

Mantan pemain Feyenoord itu menilai semangat bertanding yang diperlihatkan anak asuhnya menjadi modal positif untuk menghadapi tahapan persiapan berikutnya. Ia melihat para pemain menunjukkan keinginan kuat untuk bermain agresif dan meraih kemenangan sejak menit awal.

“Tapi secara keseluruhan, energi serta kemauan untuk bermain dan menang sangat bagus menurut saya. Jelas kami masih harus banyak berbenah, tapi ini baru laga pertama, jadi untuk saat ini sudah cukup baik,” katanya.

Dalam pertandingan tersebut, tim pelatih memberikan kesempatan kepada seluruh pemain untuk tampil. Strategi itu dilakukan agar setiap pemain mendapatkan menit bermain sekaligus mempercepat proses evaluasi individu maupun kolektif.

Van Gastel menjelaskan bahwa fokus utama dalam laga uji coba perdana bukan sekadar hasil akhir, melainkan penerapan prinsip-prinsip dasar permainan yang akan menjadi identitas PSIM musim ini.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah penguasaan bola. Pelatih berusia 54 tahun itu ingin timnya mampu mengendalikan permainan melalui ball possession yang dominan dan terorganisasi.

“Target utamanya adalah cara bermain yang kami inginkan, khususnya dalam penguasaan bola atau ball possession. Hal kedua adalah fisik. Saya ingin mereka terus menekan,” ungkapnya.

Selain aspek taktik, peningkatan kondisi fisik juga menjadi prioritas selama masa pra-musim. Karena sebagian besar pemain hanya tampil selama 45 menit, mereka diminta bermain dengan intensitas lebih tinggi dibanding pertandingan normal.

Menurut Van Gastel, pembagian waktu bermain tersebut sengaja dilakukan agar pemain mampu mengeluarkan energi maksimal tanpa harus menyimpan tenaga untuk bermain penuh selama 90 menit.

“Sebagian besar dari mereka hanya main 45 menit, jadi saya minta mereka bekerja ekstra keras melebihi biasanya. Biasanya pemain menghemat tenaga untuk 90 menit, tapi tadi hanya 45 menit dan mereka berhasil melakukannya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan fondasi permainan dan peningkatan kebugaran harus berjalan beriringan. Kedua aspek tersebut dinilai menjadi kunci agar PSIM mampu bersaing saat kompetisi resmi dimulai.

“Jadi, inti ujiannya adalah membiasakan diri dengan skema permainan dan meningkatkan kondisi fisik,” katanya.

Persiapan PSIM diperkirakan akan semakin intens dalam beberapa hari ke depan. Van Gastel menyebut seluruh pemain yang direkrut untuk musim baru dijadwalkan sudah bergabung pekan ini sehingga proses latihan dapat berjalan lebih optimal.

Kelengkapan skuad akan memberi ruang bagi tim pelatih untuk mulai mematangkan kombinasi pemain, menyempurnakan strategi, serta meningkatkan kekompakan antarlini.

Selain latihan rutin, PSIM juga telah menyusun agenda enam pertandingan uji coba tambahan sebelum kompetisi bergulir. Rangkaian laga tersebut akan dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi sekaligus mengukur perkembangan tim dari waktu ke waktu.

“Saya berharap kami terus berkembang. Minggu ini skuad kami akan lengkap karena semua pemain sudah bergabung. Setelah itu, kami bisa fokus bersiap menghadapi awal liga sambil terus membenahi taktik dan kondisi fisik. Kami juga merencanakan enam pertandingan lagi,” pungkasnya.

Dengan masih tersisa sejumlah laga uji coba, PSIM memiliki waktu cukup untuk menyempurnakan permainan. Manajemen dan tim pelatih berharap proses adaptasi yang sedang berlangsung dapat menghasilkan skuad yang solid saat Laskar Mataram memulai perjalanan mereka di Super League 2026/2027.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online