Sidang Banding Kasus Chromebook, Nadiem Minta Putusan Dikaji Ulang
Nadiem Makarim menjalani sidang perdana banding kasus Chromebook. Tim kuasa hukum meminta majelis hakim mengkaji ulang putusan pengadilan tingkat pertama.
Ivan Febrianto (kiri) berfoto bersama kiper PSIM Jogja musim lalu./Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Pandemi Covid-19 membuat pergerakan penjaga gawang PSIM Yogyakarta Ivan Febrianto terbatas. Akibatnya dia harus menjalani latihan mandiri karena jika berlatih bersama pemain lain di tempat terbuka, dia takut kena razia. Hal tersebut berdampak pada naiknya bobot badan kiper berusia 28 tahun itu.
"Kalau memaksakan latihan [bersama] takutnya dibubarkan Satpol PP atau warga setempat, kan tidak enak," kata Ivan saat menjadi narasumber di Nina Nugroho Solution dengan tema Apa Kabar Sepak Bola Indonesia via live Instagram @ninanugrohostore, Rabu (15/7/2020).
Kiper asal Semarang itu mengaku saat ini menunggu perkembangan dari tim maupun pemerintah terkait dengan kepastian kapan bisa latihan bersama seperti sebelum pandemi, berikut dengan protokol kesehatannya.
"Kalau sudah ada prosedurnya, nanti secepatnya akan kumpul lagi bersama tim. Kami akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Jogja," kata Ivan.
Lantaran belum bisa latihan bersama dan dipantau langsung jajaran pelatih, Ivan Febrianto mengaku berat badannya mulai naik. Kondisi tersebut sebenarnya tidak diinginkan, namun realistasnya tetap terjadi.
"Sekarang [berat badan] mungkin sedikit naik karena untuk latihan harus menunggu ada komunitas dan tidak bisa rutin dua kali sehari. Sekarang 76 [kg], kalau dulu 73 [kg]," ujar dia.
PSIM Jogja merupakan kontestan kompetisi Liga 2 musim ini. Sebagai salah satu tim yang memiliki sejarah panjang pada persepakbolaan nasional, jelas tim yang berjuluk Laskar Mataram ini ingin naik ke Liga 1. "Musim ini di Liga 1 tidak ada degradasi, tapi tim dari Liga 2 ada jatah yang ke Liga 1," kata Ivan.
Terkait dengan gaji, Ivan mengaku sama dengan tim lain di masa pandemi ini. Tidak ada klub yang membayar gaji pemain secara utuh. Di Laskar Mataram, gaji pemain pun hanya dibayarkan sebesar 25%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nadiem Makarim menjalani sidang perdana banding kasus Chromebook. Tim kuasa hukum meminta majelis hakim mengkaji ulang putusan pengadilan tingkat pertama.
Studi Annals of Internal Medicine ungkap kurang tidur 1,5 jam sebabkan kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme. Ini cara memulihkannya.
Investigasi Reuters mengungkap dugaan penggunaan model AI OpenAI dan Anthropic untuk melatih sistem AI lokal yang dikembangkan institusi berafiliasi militer Chi
Jembatan Trisik di Kulonprogo resmi dibuka setelah penantian 15 tahun. Bus pariwisata kini bisa melintas, kunjungan wisata meningkat hingga 60 persen.
MPR RI dan UII mengevaluasi implementasi UUD 1945, otonomi daerah, serta pengelolaan SDA untuk memperkuat kebijakan nasional.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan ASN harus dijaga dari judi online dan pinjaman online ilegal demi menjaga integritas pemerintahan.