Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Pertandingan antara PSS Sleman menghadapi PSM di kompetisi Liga 1 2019 / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN--Salah satu pemain PSS Sleman, Jefri Kurniawan mengutarakan hampanya laga tanpa dukungan langsung para suporter. Kondisi tersebut jelas berpengaruh terhadap performa tim maupun individu pemain.
“Di sisi lain kita juga dilema dengan situasi seperti ini. Kita juga butuh pergerakan di tim, kita juga butuh pergerakan buat kita pribadi. Tentunya meski kita main di Sleman, kondisinya tetap berpengaruh lah. Dukungan dari Slemania dan BCS sudah saya rasakan kurang lebih dua tahun, salah satu faktor kenyamanan ya ada di situ,” ujar pemain kelahiran Malang itu, Senin, (21/9/2020).
Sekadar catatan, PT Liga Indonesia Baru [LIB] mengeluarkan kebijakan ketat terkait lanjutan kompetisi Liga 1. Salah satunya ialah melarang para suporter datang ke stadion guna mencegah timbulnya klaster baru Covid-19. Itu artinya, laga tak akan diwarnai atraksi suporter ataupun iringan yel-yel penyemangat dari tribun penonton.
Jefri melanjutkan, efek ketidakhadiran suporter sudah pernah ia rasakan sebelumnya. Kilas balik pada tahun 2019 saat kelompok suporter PS Sleman melayangkan boikot dan menolak hadir di stadion. Boikot tersebut berangkat dari ketidakpuasaan para suporter dengan kebijakan manajemen tim pada waktu itu. Kondisi itu, kata Jefri dapat dijadikan contoh betapa pentingnya kehadiran suporter saat sebuah tim tengah berlaga.
“Sedikit banyak pasti berpengaruh lah. Kemarin waktu ada ‘boikot’ sudah seperti itu kan,” ujar Jefri.
Sementara itu, Brigata Curva Sud [BCS], kelompok suporter PS Sleman telah melakukan langkah antisipatif guna mengurangi potensi kedatangan suporter. Segala bentuk kegiatan dukungan terhadap PS Sleman yang berpotensi mengundang keramaian tidak akan diselenggarakan.
“Melihat perkembangan peningkatan konfirmasi positif di wilayah Kabupaten Sleman, untuk sementara ini tidak disarankan mengadakan kegiatan nonton bareng atau membuat kerumunan,” tulis BCS melalui akun Instagram mereka, Senin (21/9/2020).
Sebagai gantinya, dukungan BCS kepada PS Sleman diwujudkan dengan memasang giant flag, banner, dan atribut lain di sepanjang rute keberangkatan tim dari mes, lokasi latihan, dan Stadion Maguwoharjo.
Pernyataan BCS terkait imbauan terhadap suporter merupakan hasil pertemuan mereka dengan manajemen tim. Bersamaan dengan itu, BCS juga menyampaikan bahwa mereka masih terus memboikot pihak manajemen. Boikot akan dicabut bila pihak manajemen sanggup mendepak satu orang yang hingga kini masih berada di tubuh tim. Terkait siapa orang yang dimaksud, BCS tidak menyebutkannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.