Manchester City Bersalah 114 Dakwaan, Soriano Tetap Melawan

Jumali
Jumali Selasa, 29 September 2026 06:47 WIB
Manchester City Bersalah 114 Dakwaan, Soriano Tetap Melawan

Penyerang Manchester City Erling Haaland merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Porto pada pertandingan Liga Champions di Stadion do Dragao, Porto, Selasa (8/9/2026) waktu setempat. (uefa.com)\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Manchester City menghadapi babak panjang setelah dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Liga Premier. Di tengah belum adanya keputusan mengenai sanksi, Chief Executive Manchester City Ferran Soriano menegaskan kepada para petinggi klub Eropa bahwa perjuangan hukum klubnya masih jauh dari selesai.

Soriano menyampaikan sikap tersebut dalam rapat direksi European Football Clubs (EFC), organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai European Club Association (ECA), di Copenhagen pada Senin (28/9/2026). Pertemuan itu berlangsung menjelang majelis umum organisasi tersebut pada Selasa.

Pernyataan Soriano menjadi perkembangan terbaru yang perlu diperhatikan setelah putusan mengenai kasus finansial Manchester City terungkap pada Jumat (25/9/2026). Laporan BBC Sport menyebut Manchester City dinyatakan bersalah atas sebagian besar dakwaan, sementara laporan lain menyebut panel independen menemukan klub bersalah atas semua dakwaan kecuali satu.  

Manchester City Siapkan Langkah Banding

Bagi Manchester City, putusan tersebut belum menjadi akhir dari perkara yang telah berlangsung bertahun-tahun. Klub diperkirakan mengajukan banding terhadap hasil pemeriksaan tersebut, sementara sanksi yang akan diterapkan belum diumumkan. 

Soriano menyampaikan kepada sesama petinggi klub Eropa bahwa proses hukum masih akan membutuhkan waktu. Sikap itu sejalan dengan pernyataan Chairman Manchester City Khaldoon Al Mubarak dalam surat terbuka kepada suporter yang diterbitkan pada Sabtu (26/9/2026). 

Kasus tersebut bermula dari 115 dakwaan yang diajukan Liga Premier terhadap Manchester City terkait dugaan pelanggaran aturan finansial pada periode 2009 hingga 2018. Dakwaan itu mencakup tuduhan kegagalan memberikan informasi finansial secara akurat, informasi mengenai pembayaran pemain dan manajer, aturan finansial UEFA, Profitability and Sustainability Rules (PSR), serta kewajiban bekerja sama dalam penyelidikan.  

Manchester City sejak awal membantah tuduhan tersebut. Klub juga mempertahankan posisi bahwa proses hukum harus dijalankan secara independen, adil, dan sesuai prosedur.

Salah satu bagian perkara berkaitan dengan dugaan pendapatan sponsor dari perusahaan yang terhubung dengan pemilik klub. Liga Premier juga menuduhkan adanya pembayaran yang tidak dicatat secara semestinya atau “off the books” untuk menghindari pembatasan regulasi finansial.

Sanksi Manchester City Belum Diputuskan

Putusan bersalah tersebut belum langsung diikuti hukuman. Panel independen masih harus menentukan sanksi, sehingga posisi Manchester City di Liga Premier belum berubah berdasarkan putusan yang baru diumumkan tersebut.

Sejumlah kemungkinan sanksi yang menjadi perhatian antara lain pengurangan poin, hukuman finansial, hingga pengeluaran dari kasta tertinggi sepak bola Inggris. Namun, belum ada keputusan resmi mengenai bentuk maupun berat hukuman yang akan diterima Manchester City.  

Kondisi tersebut membuat masa depan Manchester City dalam kompetisi domestik masih menjadi bagian dari proses yang belum selesai. Jika hukuman berupa pengurangan poin diterapkan, dampaknya akan berkaitan langsung dengan posisi klub dalam kompetisi. Sementara itu, pengeluaran dari Liga Premier akan membawa konsekuensi yang jauh lebih besar terhadap status klub.

Liga Premier memilih tidak memberikan komentar ketika dimintai tanggapan mengenai putusan tersebut. Manchester City juga tidak memberikan konfirmasi mengenai rincian hasil putusan, tetapi mengeluarkan pernyataan bahwa proses Liga Premier masih berlangsung dan terdapat sejumlah elemen penting yang belum diselesaikan.  

Dalam pernyataan resminya, Manchester City menyebut bahwa “proses Liga Premier masih berlangsung dengan elemen-elemen signifikan yang harus diselesaikan, serta tunduk pada kerahasiaan yang ketat.”

Sikap tersebut menunjukkan bahwa klub belum menganggap perkara selesai meskipun panel independen telah mencapai keputusan mengenai dakwaan yang diperiksa. BBC Sport juga melaporkan bahwa Manchester City akan mengajukan banding apabila dinyatakan bersalah. 

Klub Liga Premier Mulai Pertimbangkan Kompensasi

Perkembangan perkara Manchester City juga mulai mendapat perhatian dari klub-klub Liga Premier lainnya. Sejumlah klub disebut tengah meminta nasihat hukum mengenai kemungkinan mengajukan tuntutan ganti rugi atau kompensasi yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Situasi itu membuat putusan terhadap Manchester City tidak hanya menyangkut klub dan Liga Premier. Dampaknya berpotensi meluas kepada klub lain yang merasa memiliki kepentingan terhadap konsekuensi finansial maupun kompetitif dari perkara tersebut.

Namun, bentuk tuntutan, pihak yang dapat mengajukan klaim, serta kemungkinan kompensasi masih berada dalam ranah proses hukum. Karena itu, belum ada keputusan mengenai apakah klub-klub lain benar-benar akan memperoleh kompensasi dari Manchester City.

Kasus Manchester City sendiri berawal dari tuduhan pelanggaran aturan finansial yang mencakup periode panjang. Liga Premier secara resmi mengajukan 115 dakwaan pada Februari 2023 setelah penyelidikan yang berlangsung selama beberapa tahun. Persidangan kemudian berlangsung secara tertutup mulai September 2024.  

Khaldoon Al Mubarak Tetap Yakin Manchester City Tidak Bersalah

Sebelum Soriano berbicara kepada para eksekutif klub Eropa di Copenhagen, Khaldoon Al Mubarak lebih dahulu menyampaikan sikap klub melalui surat terbuka kepada suporter Manchester City. Ia menegaskan keyakinannya bahwa klub pada akhirnya mampu membuktikan posisinya dalam perkara tersebut.

“Proses Liga Premier masih panjang, dan keyakinan serta niat kami untuk membuktikan bahwa klub ini tidak bersalah tetap sekuat ketika proses ini pertama kali dimulai,” ujar Al Mubarak.

Ia juga menjelaskan bahwa Manchester City sebenarnya memiliki banyak hal yang ingin disampaikan kepada para pendukung mengenai alasan klub tetap yakin dengan posisinya. Namun, keterikatan pada kerahasiaan proses hukum membuat klub belum dapat membuka seluruh informasi tersebut.

“Ada begitu banyak hal yang ingin saya bagikan kepada Anda untuk membantu Anda memahami mengapa kami sangat yakin dengan posisi kami. Namun, kerahasiaan ketat dari proses hukum dan tekad kami untuk menghormatinya membuat saya tidak dapat melakukannya saat ini. Bahkan surat ini harus melewati beberapa pemeriksaan hukum untuk memastikan kepatuhannya.”

Dengan belum adanya keputusan mengenai sanksi dan adanya rencana banding, perkara Manchester City masih akan berlanjut. Soriano pun kembali menegaskan kepada para petinggi klub Eropa bahwa proses yang telah berjalan bertahun-tahun tersebut masih membutuhkan waktu sebelum seluruh persoalan benar-benar berakhir. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online