Porsi Tilang Manual Naik Jadi 30 Persen Saat Operasi Patuh
Korlantas Polri naikkan porsi tilang manual menjadi 30 persen selama Operasi Patuh 2026. Simak skema baru penindakan tilang ETLE dan manual di sini.
Pemain Lazio merayakan kemenangan saat melawan Dortmun. /Antara.
Harianjogja.com, JOGJA--Lazio membuat kejutan dengan membekuk Borussia Dortmund 3-1 dalam pertandingan Grup F Liga Champions 2020/2021 di Stadion Olimpico, Roma, Selasa setempat atau Rabu (21/10/2020) dinihari. Hal ini menandai kembalinya klub ini ke kompetisi kasta tertinggi di Eropa setelah 13 tahun absen.
Gol pembukaan Lazio dibukukan oleh Ciro Immobile pada menit keenam, mereka kemudian menggandakan keunggulan melalui gol bunuh diri kiper Marwin Hitz pada menit ke-23.
BACA JUGA : David Silva Setuju Pindah ke Lazio Musim Depan
Dortmund sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Erling Haaland pada menit ke-71, namun pemain pengganti Jean-Daniel Akpa-Akpro merestorasi keunggulan dua gol Lazio melalui golnyapada menit ke-76, demikian catatan laman resmi UEFA.
Hasil itu membuat Lazio menggeser Brugge dari posisi pemuncak klasemen Grup F dengan tiga poin. Mereka memiliki koleksi poin yang sama dengan wakil Belgia itu namun unggul selisih gol. Sedangkan Dortmund kini harus menduduki posisi juru kunci klasemen.
Laga baru berlangsung enam menit saat gawang Dortmund kemasukan. Thomas Meunier kehilangan bola yang kemudian dikuasai Joaquin Correa, ia lantas menyodorkannya kepada Immobile yang melepaskan sepakan cungkil tanpa dapat dihentikan kiper Hitz.
Setelah kemasukan, Dortmund tetap kesulitan mengimbangi Lazio. Hal itu berimbas kepada minimnya pasukan bola kepada Marco Reus dan Erling Haaland di lini depan. Raphael Guerreiro sempat mencoba melepaskan tembakan, namun masih dapat diatasi kiper Thomas Strakosha.
BACA JUGA : Lazio Kehabisan Bensin Buru Scudetto
Pada pertengahan babak pertama Lazio menggandakan keunggulan. Dari tendangan sudut Luis Alberto, bola diteruskan Luis Felipe yang kemudian mengenai kiper Hitz sebelum masuk gawang Dortmund. Catatan resmi menyatakan gol itu terhitung sebagai gol bunuh diri dari Hitz.
Dortmund mencoba meningkatkan tempo, namun meski kemudian unggul penguasaan bola mereka tetap kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Situasi tersebut bertahan sampai babak pertama usai.
Pada awal babak kedua, Dortmund kembali mencoba mengejar ketertinggalan. Haaland merangsek ke depan dan melepaskan tembakan yang masih dapat ditahan kiper Strakosha.
Perjuangan Dortmund terus berlanjut. Kerja sama apik dari Giovanni Reyna, Jadon Sancho, dan Reus merepotkan barisan pertahanan Lazio sebelum Guerreiro melepaskan tembakan melambung dari dalam kotak penalti.
BACA JUGA : Lazio Terus Pepet Juventus
Usaha keras Dortmund akhirnya menuai hasil. Reyna bergerak cepat di sisi kanan, dan mengirimkan umpan silang mendatar yang dengan cepat disambar Haaland untuk memperkecil ketertinggalan klub Jerman.
Tetapi alih-alih mampu menyamakan kedudukan, justru Lazio yang mampu memperbesar keunggulan. Luis Alberto mengirim umpan terobosan kepada Immobile, yang kemudian meneruskannya dengan umpan tarik untuk disambar pemain pengganti Akpa-Akpro. Gol penutup bagi Lazio sekaligus gol perdana Akpa-Akpro pada debutnya di Liga Champions.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Korlantas Polri naikkan porsi tilang manual menjadi 30 persen selama Operasi Patuh 2026. Simak skema baru penindakan tilang ETLE dan manual di sini.
UPNV Jogja menonaktifkan lima dosen terkait dugaan kekerasan seksual. Seluruh aktivitas Tridharma dihentikan selama proses investigasi.
BP BUMN dan Kemnaker memperkuat sinergi transformasi BUMN dengan memastikan perlindungan pegawai dan hubungan industrial tetap sehat.
Dinsos Kulonprogo mencoret 40 penerima KKS setelah validasi, termasuk ASN, warga mampu, hingga data tidak valid.
Aktivitas Gunung Sinabung meningkat ditandai tremor dan gempa vulkanik. PVMBG minta warga waspada potensi erupsi.
Ekonom UGM kritik rencana penutupan prodi tak relevan industri. Pendidikan tinggi dinilai harus tetap fokus pada ilmu dan masa depan.