Indonesia Desak Pembebasan 5 WNI yang Ditahan Israel Saat Misi ke Gaza
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel. - Harian Jogja/Ariq Fajar
Harianjogja.com, JOGJA — Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, tak menutupi kekecewaannya setelah timnya tumbang 1-3 dari Arema FC pada laga terakhir Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (22/5/2026) sore.
Van Gastel menilai, kekalahan tersebut berawal dari buruknya start permainan PSIM yang membuat tim langsung tertekan sejak menit awal.
“Saya rasa sebagian besar pemain saya di babak pertama belum benar-benar masuk ke dalam pertandingan. Akibatnya, baru berjalan beberapa menit, kita sudah kebobolan akibat kesalahan individu,” kata Van Gastel dalam konferensi pers usai laga.
PSIM langsung dikejutkan oleh gol cepat Arema yang dicetak Joel Vinicius saat laga baru berjalan dua menit. Gol tersebut membuat Laskar Mataram kesulitan mengembangkan permainan, terutama dalam duel fisik menghadapi tuan rumah.
Meski demikian, pelatih asal Belanda itu menyebut timnya sempat mencoba memperbaiki performa di babak kedua dengan melakukan perubahan taktik.
“Saat jeda babak pertama, kami mengubah formasi dan kami memulai babak kedua dengan baik. Namun sayangnya, kami kembali kebobolan di menit-menit awal,” ujarnya.
Arema kembali memperlebar keunggulan melalui Dalberto di awal babak kedua, membuat PSIM semakin tertekan. Namun Laskar Mataram sempat bangkit dan memperkecil kedudukan lewat gol striker asal Inggris, Deri Corfe.
“Kami terus berjuang dan bermain jauh lebih baik daripada babak pertama hingga kami berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1,” kata Van Gastel.
Upaya mengejar ketertinggalan membuat PSIM bermain lebih agresif. Namun strategi tersebut justru dimanfaatkan Arema untuk kembali mencetak gol penutup melalui Valdeci di menit ke-88, yang memastikan skor akhir 3-1.
“Setelah itu, kami mengambil banyak risiko demi mengejar ketertinggalan, namun justru harus kebobolan lagi menjadi 3-1 lewat gol yang indah,” tambahnya.
Meski kalah, Van Gastel tetap memberikan apresiasi terhadap performa tim sepanjang musim. PSIM mengakhiri kompetisi di peringkat ke-11 klasemen akhir dengan 45 poin dari 34 laga.
“Di luar itu, saya rasa kami telah melewati musim yang bagus. Banyak orang tidak menyangka kami bisa tampil seperti ini, jadi saya sangat senang dengan performa tim sepanjang musim,” ujarnya.
Sementara itu, Deri Corfe mengakui timnya kesulitan sejak awal laga meski sempat menunjukkan perbaikan di babak kedua. Menurutnya, kebobolan cepat membuat PSIM sulit mengejar ketertinggalan hingga akhir pertandingan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja terbaru 23 Mei 2026. Tarif Rp8.000, rute Palur–Tugu, cocok untuk komuter dan wisata.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.