Anggun C. Sasmi Gelar Konser Tunggal di Jakarta 28 Juli 2024, Empat Musisi Jadi Tamu Spesial
Kenser Anggun di Jakarta kali ini menggabungkan secara eksklusif suara ikonik Anggun dengan iringan aransemen musik dari Andi Rianto dan Magenta Orchestra.
Ganda putra bulu tangkis Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan saat mencoba berlatih di lapangan utama Utilita Arena Birmingham jelang All England 2021, Selasa (16/3/2021)./Antara\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA - Menpora Zainudin Amali mendesak penyelenggara dan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) untuk menghentikan gelaran All England Open 2021, pascaperlakuan tidak adil dan diskriminatif terhadap tim bulu tangkis Indonesia.
Amali mengusulkan agar semua pemain yang masih bertahan dalam kompetisi itu dilakukan tes swab PCR Covid-19. Pasalnya, ada informasi peserta dari beberapa negara lain yang diperbolehkan bertanding, padahal hasil tesnya positif Covid-19.
“Kesepakatan kita dengan Bu Menlu [Retno L Marsudi] kalau alasannya terindikasi positif Covid-19, mereka ini sudah ada yang campur baur di lapangan harus dites semua dan yang paling bagus menghentikan pertandingan. Setelah semua oke baru kita mulai lagi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/3/2021).
Baca juga: 80 Persen UMKM di DIY Belum Gunakan Teknologi Internet
Amali menyesalkan atlet bulutangkis Indonesia diperlakukan secara tidak adil dan diskriminatif. Bahkan, tim Indonesia yang sebelumnya sudah bertanding disuruh keluar dari arena dan tidak diminta untuk jalan kaki menuju hotel yang lokasinya jauh dari arena pertandingan.
“Paling menyakitkan buat kita adalah ini tidak adil, ada peserta dari tiga negara bahkan begitu di swab positif, kemudian disuruh mereka tes sendiri, dalam beberapa jam kemudian sudah negatif hasilnya. Kan kelihatan sekali sangat diskriminatif, sementara atlet kita dibiarkan dikarantina,” ungkapnya.
Baca juga: Menko Airlangga Dukung Kampanye Menonton di Bioskop dengan Aman
Amali menegaskan, Pemerintah Indonesia melakukan protes keras kepada penyelenggara dan BWF. Jika tidak, hal ini dikhawatirkan akan terulang kembali di ajang-ajang olahraga lainnya.
Dia menduga ada unsur kesengajaan bila dilihat dari fakta-fakta dan laporan dari para atlet di yang ada di lokasi. Kesengajaan itu bertujuan untuk menyingkirkan Indonesia dari turnamen All England 2021.
“Kalau kita tidak tegas sekarang, maka bisa akan berulang-ulang kejadian seperti ini. Mereka menjadi panitia All England saya kira bukan baru sekarang dan panitia itu disupervisi langsung oleh BWF,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kenser Anggun di Jakarta kali ini menggabungkan secara eksklusif suara ikonik Anggun dengan iringan aransemen musik dari Andi Rianto dan Magenta Orchestra.
Lonjakan penumpang KA Daop 6 Yogyakarta naik hingga 91% saat libur panjang. KAI tambah 7 perjalanan kereta.
DPRD DIY soroti dokumen renovasi Mandala Krida yang belum lengkap. MC-0 dan DED 2026 terancam tertunda.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Mei 2026 lengkap di Alun-Alun Kidul, Sasono Hinggil, dan MPP. Cek lokasi, jam, dan syarat perpanjangan SIM A dan C terbaru.
DPRD DIY ungkap irigasi rusak, petani kesulitan air, hingga alih fungsi lahan yang ancam ketahanan pangan.