BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X, berfoto bersama dengan perwakilan pengurus KONI DIY Masa Bakti 2021-2025 di Bangsal Kepatihan, sesuai dilantik, Senin (3/5/2021)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY menargetkan 11 medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan diselenggarakan pada Oktober 2021 di Papua. Target ini lebih kecil dibandingkan dengan PON sebelumnya ketika KONI DIY mampu mendulang 16 medali emas.
Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto mengatakan untuk menghadapi PON XX di Papua, organisasinya sudah melakukan pelatihan semua cabang olahraga sejak 2017 lalu. Bahkan tahun lalu sebenarnya sudah siap, namun karena pandemi Covid-19 sehingga PON ke-XX yang sedianya digelar 2020 akhirnya ditunda menjadi Oktober tahun ini.
Mulai awal tahun ini, kata Djoko, semua atlet sudah berlatih dengan mengedepankan protokol kesehatan, “Kami kejar target 11 medali emas,” kata Djoko, seusai dikukuhkan bersama pengurus KONI DIY periode 2021-2025 oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman di Bangsal Kepatihan, Senin (3/5/2021).
Djoko tidak menampik target ini lebih kecil dibandingkan perolehan pada PON sebelumnya ketika DIT mendapatkan 16 medali emas. Menurut dia, dalam pelaksanaan PON XX di Papua ini harus realistis mencapai target, karena ada dua cabang olahraga yang tidak dipertandingkan dalam PON XX tersebut, yakni, balap sepeda dan dansa. Padahal dua cabang olahraga tersebut menjadi salah satu andalan.
Pada awalnya, KONI DIY menargetkan 17 medali emas dengan catatan tiga dari cabang olahraga balap sepeda dan dua dari dansa. “Karena tidak dipertandingkan kami realistis saja,” ujar Djoko.
Sementara ini, target 11 medali emas yang menjadi andalan adalah cabang olahraga panahan, voli pasir, bela diri dan sepatu roda. Djoko optimistis target 11 medali emas akan tercapai. Setelah selesai penyelenggaraan PON XX, KONI akan bersiap kembali mempersiapkan PON selanjutnya yang kemungkinan digelar 2023 atau lebih cepat dari sebelumnya.
Berbeda dengan target KONI DIY, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X justeu meminta KONI DIY menargetkan 20 medali emas. Syarat mutlak untuk meraih target tersebut adalah disiplin diri dalam berlatih dan mengikuti semua program Pusat Pelatihan Daerah (Puslatda). Namun tetap dengan mematuhi protokol kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
PLN mengerahkan personel penuh memulihkan listrik pascagempa Flores. Sebanyak 98,3 persen penyulang dan 88 persen pelanggan sudah menyala.
Novak Djokovic tersingkir dari Cincinnati Open 2026 setelah kalah 6-2, 4-6, 4-6 dari petenis Argentina Thiago Agustin Tirante.
Prabowo menyiapkan ambulans udara dan dokter terbang untuk mempercepat akses layanan kesehatan masyarakat di daerah terpencil.
Telkom menambah genset untuk menjaga stabilitas layanan telekomunikasi di Flores, NTT, yang terdampak gempa M7,7.
Dompet Dhuafa mengerahkan tim medis dan membuka Pos Hangat untuk membantu penyintas gempa NTT M7,7 di Maumere dan Manggarai Timur.