Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Marco Gracia Paulo, Direktur Utama PT PS Sleman/Instagram @pssleman
Harianjogja.com, SLEMAN--Marco Gracia Paulo, Direktur Utama PT PS Sleman, perusahaan pengelola PSS Sleman, meminta maaf atas kegaduhan yang dia timbulkan dan menjelaskan alasannya. Marco memancing kontroversi setelah mengatakan ingin memindah homebase PSS apabila Super Elang Jawa memecat Pelatih Dejan Antonic.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memanggil manajemen PSS untuk meminta penjelasan soal pernyataan Marco yang memancing kemarahan suporter PSS. Sebelumnya, ratusan suporter PSS mendatangi Omah PSS di Sariharjo, Ngaglik. Mereka menuntut manajemen memecat Dejan menyusul hasil buruk dalam lima laga awal Liga 1 2021/2022. PSS baru mengemas empat poin dan terperosok di papan bawah, hanya satu setrip di atas zona degradasi.Perwakilan suporter kemudian berbicara melalui telepon dengan Marco. Dalam pembicaraan itulah Marco menyebut direksi bisa memecat Dejan, tetapi konsekuensinya, homebase PSS akan dipindah.
Bupati Sleman kemudian meminta kepada Marco Gracia Paulo untuk meminta maaf kepada masyarakat Sleman.
"Sore ini melalui telepon, kami minta Pak Marco untuk meminta maaf segera. Serta saya pastikan, homebase PSS tetap di Sleman," ungkap Kustini seusai memanggil manajemen PSS di Rumah Dinas Bupati, Jumat (1/10/2021).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sleman meminta penjelasan dari soal pernyataan Marco.
"Itu statement pribadi dan bukan dari hasil rapat bersama dan beliau (Marco) sudah meminta maaf atas dampak dari ucapannya tersebut," ucap Kustini.
Marco spontan mengatakan akan memindah markas PSS lantaran tekanan dari suporter.
"Beliau (Marco) cerita kalau memang sedang tertekan. Tadi saya juga sampaikan agar tetap sabar dan berpikir positif karena semua suporter pasti menginginkan performa yang terbaik di setiap laga," ujar Kustini.
Perwakilan manajemen PSS, Hempri Suyatna, mengatakan hasil buruk di beberapa laga awal salah satunya karena minimnya persiapan.
"Kami baru berkumpul satu pekan jelang kompetisi, tentu itu sangat mepet sekali. Kondisi ini juga dialami tim-tim besar lain yang juga belum maksimal pada beberapa laga awal," ujar Hempri.
Dia mengatakan manajemen klub sudah menyiapkan beberapa langkah untuk merespons tuntutan suporter. Keputusan mengenai posisi pelatih akan diambil setelah beberapa pertandingan mendatang.
"Beberapa hari lagi kami ada pertandingan sebelum jeda dan lanjut ke seri berikutnya. Ini tentu tidak mudah, tapi kami sudah membicarakan hal ini di internal," kata Hempri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Jalur pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani masih ditutup sementara setelah kebakaran berdampak pada 1.098,75 hektare kawasan.
Dugaan politik uang Pilur Panggungharjo belum dapat disimpulkan. Bawaslu Bantul meminta penanganan mengacu regulasi Pilur.