Ada Program Sertakan BPJamsostek, Perusahaan di Jogja Diajak Lindungi Pekerja Informal
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Tim Futsal UNY tampil meyakinkan saat menundukkan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), Senin (26/10/2026).ist
Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Negeri Semarang (UNNES) memastikan tempat di final Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026. Kedua kampus akan saling berhadapan di partai puncak sektor putri, sedangkan tim putra UNNES dijadwalkan menghadapi UNY pada Selasa (27/10/2026).
Pertandingan semifinal yang berlangsung di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), Senin (26/10/2026), menyajikan persaingan ketat. Sejumlah tim harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan dan menjaga peluang meraih gelar juara regional.
Di sektor putra, UNY tampil meyakinkan saat menundukkan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) dengan skor 3-0. Sementara itu, UNNES memastikan tiket final setelah mengalahkan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPN Veteran Yogyakarta) melalui gol yang tercipta pada menit ke-37.
Pada kategori putri, UNY menyingkirkan Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan skor tipis 1-0. UNNES juga melaju ke final setelah mengatasi perlawanan Universitas Semarang (USM).
Head of Competition Campus League, Dave Leopold, menilai persaingan di regional Jogja menunjukkan kesiapan para mahasiswa-atlet dalam menghadapi kompetisi. Sebanyak 16 tim putra dan tujuh tim putri dari 12 perguruan tinggi di Jogja dan sekitarnya mengikuti Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026.
“Secara kompetisi maupun tim, Yogyakarta memang lebih siap. Hal itu salah satunya terlihat dari banyak pertandingan dengan selisih skor tipis. Apalagi, Yogyakarta jadi tuan rumah Campus League Futsal The Nationals 2026 pada 25 November sampai 2 Desember, di UNY, dengan fasilitas lapangan lebih proper, mengikuti standar internasional,” kata Dave.
Menurut dia, permainan tim-tim peserta juga menunjukkan organisasi yang lebih rapi. Selain kemampuan menyerang, kekuatan pertahanan menjadi salah satu faktor yang membuat persaingan semifinal berlangsung ketat.
UNY Tundukkan UIN Suka Tiga Gol Tanpa Balas
Tim putra UNY menunjukkan tekanan sejak awal pertandingan melawan UIN Suka. Gol pembuka tercipta pada menit kedua babak pertama melalui anchor Moh. Rizki Febriansyah yang mengenakan nomor punggung 12.
Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, UNY kembali meningkatkan intensitas serangan dan menambah gol melalui pivot Tegar Abdinugraha pada menit ke-24.
Tiga menit berselang, pemain sayap Rofiq Ma'ruf memperlebar keunggulan UNY. Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Pelatih tim putra UNY, Hajarul Susanto Walid Djaba, mengatakan timnya memang diminta menekan lawan sejak awal agar tidak leluasa mengembangkan permainan.
“Saya menekankan ke tim, kalau bisa memberi tekanan sejak awal. Jangan membuat lawan merasa nyaman bermain. UIN Suka salah satu tim bagus. Di Campus League, selama fase grup, mereka itu belum pernah kalah. Karenanya kami selalu waspada,” ujarnya.
Tegar Abdinugraha mengatakan pertandingan tersebut memberikan pelajaran penting tentang keberanian, strategi, dan sportivitas. Menurut dia, setiap lawan harus dihadapi dengan serius tanpa meremehkan kemampuan mereka.
“Namanya pertandingan, tidak ada yang mudah. Semua punya kelebihan dan kekurangan,” kata Tegar.
Gol Dela Bawa UNY ke Final Putri
Persaingan di semifinal putri antara UNY dan UNS berlangsung lebih ketat. Sejak menit awal, UNY berusaha mengambil inisiatif serangan. Namun, barisan pertahanan UNS yang dikawal kiper Melfina Naima mampu menggagalkan sejumlah peluang.
Babak pertama berakhir tanpa gol. Kedua tim kembali saling menekan setelah jeda hingga akhirnya pemain sayap UNY, Dela Febiana, memecah kebuntuan melalui sepakan jarak dekat pada babak kedua.
Gol tersebut menjadi penentu kemenangan UNY dengan skor 1-0 sekaligus mengantarkan mereka ke final untuk menghadapi UNNES.
Dela mengakui pertandingan melawan UNS tidak berjalan mudah. Dia sempat merasa tertekan setelah beberapa peluang gagal dikonversi menjadi gol.
“Jujur, keren banget performa tim lawan. Saya sempat stres karena beberapa kali mencoba membobol gawang lawan tapi gagal. Motivasinya, kami ingat bahwa sebelum mengalahkan orang lain, cobalah mengalahkan ego sendiri. Dari situ, semangat kami menyala lagi untuk menghadapi lawan,” ujarnya.
Pelatih tim putri UNY, Ghanda Farrell Ibrahim, menjelaskan timnya menerapkan tekanan tinggi dan menengah atau high and mid pressure pada babak pertama untuk membatasi ruang gerak UNS.
Pada babak kedua, UNY mengubah pendekatan dengan memberi lawan lebih banyak ruang untuk membangun permainan. Strategi tersebut membuka kesempatan bagi UNY melancarkan serangan balik yang berujung gol.
“Di babak pertama kami akui belum bermain efektif. Namun memasuki babak kedua, kami mengendurkan benteng pertahanan agar lawan lebih berani bermain. Saat itulah, kami mendapat operan bola lagi lalu menyerang balik,” kata Ghanda.
Dia menilai UNNES akan menjadi lawan yang tangguh di final. Menurut Ghanda, tim tersebut mampu memanfaatkan peluang kecil untuk menghasilkan gol sehingga para pemain UNY perlu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
Ghanda juga menyebut Campus League sebagai salah satu kompetisi utama yang dipersiapkan timnya sejak awal tahun. Selain mengejar prestasi regional, UNY ingin memanfaatkan turnamen tersebut untuk meningkatkan pengalaman bertanding sebelum menghadapi persaingan di tingkat nasional.
UNNES Amankan Tiket Final Lewat Gol Menit Akhir
Di sektor putra, UNNES memastikan langkah ke final setelah mengalahkan UPN Veteran Yogyakarta. Gol penentu kemenangan dicetak pemain sayap Junedi pada menit ke-37.
Hasil tersebut membawa UNNES menghadapi UNY dalam perebutan gelar juara regional. Sementara di sektor putri, UNNES melaju ke final setelah mengatasi Universitas Semarang. Gol penentu kemenangan dicetak anchor Nadiva Choirunnisa Widyatomo yang mengenakan nomor punggung 9.
Babak final Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 dijadwalkan berlangsung pada Selasa (27/10/2026). Setelah rangkaian pertandingan di Jogja selesai, kompetisi berlanjut ke Bandung, Jawa Barat, pada 30 Oktober hingga 6 November 2026.
Puncak kompetisi, Campus League Futsal The Nationals 2026, akan digelar di UNY pada 25 November hingga 2 Desember 2026. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi tim-tim terbaik untuk menguji kemampuan melawan wakil dari regional lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Wamenhaj Dahnil mengimbau jemaah umrah memilih penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah dan menghindari transit di Malaysia serta Singapura.
UNY dan UNNES melaju ke final Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 setelah melewati semifinal sengit di sektor putra dan putri.
Pemkab Gunungkidul memberi penghargaan kepada 55 kalurahan yang melunasi PBB-P2 sebelum jatuh tempo. Simak target dan realisasinya.
Gibran Rakabuming meminta Pertamina memperkuat pendampingan UMKM di Cilacap, termasuk penyusunan rencana bisnis dan perluasan akses pasar.
BBTE 2026 di Magelang menargetkan transaksi pariwisata Rp120 miliar. Expo ini mempertemukan pelaku industri dan membidik pasar internasional.