Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Tangkapan layar pembakaran Omah PSS./Instagram-@siorangdalam
Harianjogja.com, SLEMAN—Setelah melalui proses mediasi dengan manajemen PSS, kasus pembakaran Omah PSS di Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, pada Minggu (28/11/2021) berakhir damai. Proses hukum untuk kedua pelaku pun dihentikan.
Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyo menjelaskan PT PSS Sleman melakukan mediasi dengan dua pelaku percobaan pembakaran dengan hasil kesepakatan damai. “Alasannya karena mereka [dua pelaku] anak-anak mereka sendiri, suporter mereka sendiri,” ujar Kapolres, Kamis (2/12/2021).
BACA JUGA: Ini Permintaan Sultan tentang Rencana Mengubah Malioboro Jadi Mirip Orchard Road Singapura
Manajemen PT PSS pun telah memohon kepada Polres Sleman agar proses hukum dihentikan dengan pencabutan laporan. Meski demikian, ia memastikan kedua pelaku masih tetap dalam pengawasan Polres Sleman. “Kalau kembali melakukan perbuatan yang tidak baik, maka perkara bisa dibuka lagi,” kata Wachyu.
Ia menegaskan penghentian proses hukum sama sekali bukan datang dari kepolisian, melainkan murni dari permintaan manajemen PT PSS. “Kalau kami ingin kasus terus berjalan [proses hukum] sebagai pembelajaran, tidak memandang anak sendiri atau suporter,” kata dia.
Direktur PT PSS Andy Wardhana Putra menuturkan sebelumnya jajajarnya menyerahkan perkara ini ke polisi lantaran belum mengetahui siapa pelaku dan apa motif di balik aksinya. Setelah diselidiki, baru ketahuan jika pelaku adalah suporter PSS dengan motif murni karena kekecewaannya atas hasil pertandingan PSS di laga terakhir.
“Kami membuka pintu maaf dan berdamai. Kami mencabut laporan ke polisi. Mungkin berbeda kalau ternyata bukan faktor kekecewaan, misal ada yang menyuruh. Itu yang benar-benar akan kami proses. Tetapi karena ini murni kekecewaan, maka kami mencabut laporan ke polisi,” katanya.
BACA JUGA: Polres Kulonprogo Buru Wanita yang Pamer Payudara & Kelamin di Bandara YIA
Kedua suporter yang sebelumnya telah menyerahkan diri ke polisi, kata dia, juga telah meminta maaf secara langsung kepada manajemen atas perbuatannya. Dengan pertimbangan hal itu, mediasi pun berakhir damai. Selain itu, PT PSS Sleman juga berkomitmen untuk membuka komunikasi yang lebih baik dengan suporter.
“Sekaligus kami edukasi suporter supaya memberikan dukungan yang positif kepada tim. Kemarin kami menggelar dialog yang melibatkan direksi, manajemen, ofisial, dan suporter. Dari pertemuan itu kami belajar berdialog dengan suporter. Kalau suporter ada uneg-uneg bisa disampaikan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.