WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Tangkapan layar pembakaran Omah PSS./Instagram-@siorangdalam
Harianjogja.com, SLEMAN—Setelah melalui proses mediasi dengan manajemen PSS, kasus pembakaran Omah PSS di Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, pada Minggu (28/11/2021) berakhir damai. Proses hukum untuk kedua pelaku pun dihentikan.
Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyo menjelaskan PT PSS Sleman melakukan mediasi dengan dua pelaku percobaan pembakaran dengan hasil kesepakatan damai. “Alasannya karena mereka [dua pelaku] anak-anak mereka sendiri, suporter mereka sendiri,” ujar Kapolres, Kamis (2/12/2021).
BACA JUGA: Ini Permintaan Sultan tentang Rencana Mengubah Malioboro Jadi Mirip Orchard Road Singapura
Manajemen PT PSS pun telah memohon kepada Polres Sleman agar proses hukum dihentikan dengan pencabutan laporan. Meski demikian, ia memastikan kedua pelaku masih tetap dalam pengawasan Polres Sleman. “Kalau kembali melakukan perbuatan yang tidak baik, maka perkara bisa dibuka lagi,” kata Wachyu.
Ia menegaskan penghentian proses hukum sama sekali bukan datang dari kepolisian, melainkan murni dari permintaan manajemen PT PSS. “Kalau kami ingin kasus terus berjalan [proses hukum] sebagai pembelajaran, tidak memandang anak sendiri atau suporter,” kata dia.
Direktur PT PSS Andy Wardhana Putra menuturkan sebelumnya jajajarnya menyerahkan perkara ini ke polisi lantaran belum mengetahui siapa pelaku dan apa motif di balik aksinya. Setelah diselidiki, baru ketahuan jika pelaku adalah suporter PSS dengan motif murni karena kekecewaannya atas hasil pertandingan PSS di laga terakhir.
“Kami membuka pintu maaf dan berdamai. Kami mencabut laporan ke polisi. Mungkin berbeda kalau ternyata bukan faktor kekecewaan, misal ada yang menyuruh. Itu yang benar-benar akan kami proses. Tetapi karena ini murni kekecewaan, maka kami mencabut laporan ke polisi,” katanya.
BACA JUGA: Polres Kulonprogo Buru Wanita yang Pamer Payudara & Kelamin di Bandara YIA
Kedua suporter yang sebelumnya telah menyerahkan diri ke polisi, kata dia, juga telah meminta maaf secara langsung kepada manajemen atas perbuatannya. Dengan pertimbangan hal itu, mediasi pun berakhir damai. Selain itu, PT PSS Sleman juga berkomitmen untuk membuka komunikasi yang lebih baik dengan suporter.
“Sekaligus kami edukasi suporter supaya memberikan dukungan yang positif kepada tim. Kemarin kami menggelar dialog yang melibatkan direksi, manajemen, ofisial, dan suporter. Dari pertemuan itu kami belajar berdialog dengan suporter. Kalau suporter ada uneg-uneg bisa disampaikan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.