FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Pesepak bola Persis Solo Mochamad Shulton Fajar (kanan) melanggar pesepak bola Sriwijaya FC Engelberd Sani (kiri) dalam lanjutan Liga 2 babak 8 besar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/12/2021)./Antara-Asprilla Dwi Adha
Harianjogja.com, BOGOR—Sriwijaya FC kalah 0-2 dari Persis Solo dalam laga kedua babak delapan besar Liga 2 2021, Minggu (19/12/2021) malam. Sriwijaya FC memprotes wasit setelah Persis Solo mendapat penalti kedua dan berharap laga itu diusut.
Pemain Sriwijaya FC, Dedi Hartono, mengungkapkan kekecewaannya setelah menghadapi Laskar Sambernyawa. Dedi menyebut Sriwijaya FC tidak hanya menghadapi 11 pemain Persis Solo.
BACA JUGA: Tunjuk I Putu Gede Jadi Pelatih, Ini Target PSS di Akhir Musim
“Terima kasih, pertandingan ini pertandingan berat. Di lapangan kami tidak hanya melawan 11 pemain itu, tetapi itulah sepak bola. Kami harus terima, 90 menit sudah berakhir. Kami kalah dan banyak kejadian tidak wajar di lapangan dari wasit seperti itu,” kata dia.
Dedi mengatakan saat memprotes wasit di dekat wasit, ia mencium bau sesuatu yang tidak ia ketahui. Para pemain sudah berjuang keras dan ia berharap berkah ke depan.
Pelatih Sriwijaya FC, Nil Maizar, mengatakan tidak mau berkomentar dengan keputusan wasit dalam laga yang dipimpin wasit Juhandri Setiana asal Kalimantan Barat. Nil mengatakan Komite Wasit seharusnya sudah memberi tindakan.
“Ya Allah Ya Rabb saya tidak mau komentar, laws of the game tidak jalan. Tapi itulah sepak bola, hanya satu pesan saya apa yang diperbuat suatu kali akan kembali kepada dirimu kapan dengan cara berbeda,” kata Nil.
Ia mengatakan tidak ingin mencari-cari alasan setelah kekalahan itu. Namun, tiga juta penduduk Sumatra Selatan pasti menyaksikan laga itu dan tentunya berkomentar tidak bagus.
BACA JUGA: Lawan PSIM Jogja, PSMS Medan Ibaratkan Bermain di Partai Final
“Semoga nanti diusut lah, sedih. Saya bangga dengan pemain yang berjuang 90 menit,” kata dia.
Nil mengatakan tetap optimistis bisa memetik hasil bagus di laga terakhir dan bisa melaju ke semifinal. Nil sempat melakukan aksi salto saat babak pertama hampir berakhir. Nil menyebut hal itu sekadar gaya saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.