Hyundai Tarik Ratusan Ribu Mobil Gara-gara Risiko Rem Mendadak
Hyundai recall 421 ribu mobil di AS akibat risiko rem mendadak dari error software kamera depan pada model 2025–2026.
Shin Tae-yong./Instagram
Harianjogja.com, SINGAPURA - Pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Singapura telah berjalan 83 menit. Sementara, Timnas Indonesia tertinggal 1-2 dari Singapura. Gol Timnas Indonesia dicetak oleh Ezra Wallian di menit ke-11, sedangkan dua gol Singapura dicetak Song Ui Young di menit ke-45+4, dan Sahdan Sulaiman di menit ke-74.
Singapura sendiri harus bermain 9 orang setelah bek Singapura, Irfan Fandi, mendapat kartu merah di menit 66. Ia mendapat kartu merah setelah menjatuhkan winger Timnas Indonesia, Irfan Jaya, persis di depan kotak penalti.
Sebelumnya, bek Singapura Safuwan Baharudin lebih dulu terkena kartu merah di ujung babak pertama setelah mendapatkan dua kartu kuning.
Namun, unggul jumlah pemain ternyata tidak membuat Timnas Indonesia dengan mudah mencetak gol. Justru pada menit ke-74, gawang Timnas Indonesia berhasil dijebol oleh Sahdan Sulaiman. Sahdan berhasil menjebol gawang Nadeo melalui tendangan bebas, sekaligus membalikkan skor menjadi 1-2 untuk keunggulan sementara Singapura.
Untuk lolos ke final Piala AFF 2020, Timnas Indonesia wajib menang. Sebab, tak ada aturan gol tandang plus laga sama kuat 1-1 di pertemuan pertama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai recall 421 ribu mobil di AS akibat risiko rem mendadak dari error software kamera depan pada model 2025–2026.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.