Proyek Pabrik VinFast di AS Terancam Diambil Alih Pemerintah
VinFast digugat di AS terkait proyek pabrik EV di North Carolina setelah penundaan dan dugaan pelanggaran kesepakatan investasi.
Gilang Widya Pramana saat memberikan bonus ke Timnas Indonesia / Instagram : Juragan_99
Harianjogja.com, MALANG - Bonus uang senilai Rp500 juta kepada Timnas Indonesia diberikan oleh bos Arema FC yang juga crazy rich Malang, Gilang Widya Pramana, menyusul lolosnya Indonesia ke babak final Piala AFF 2020.
Pemberian bonus langsung dilakukan ke Sekjen PSSI Yunus Nusi saat berkunjung ke kantor Juragan 99 di Malang,Senin (27/12/2021).
“Hari ini saya mengapresiasi perjuangan Timnas Indonesia bisa sampe di final piala AFF 2020, Semoga ini menjadi pemicu semangat utk Timnas Indonesia bisa bermain lebih maksimal lagi di pertandingan final melawan Thailand. Insyallah tahun ini kita JUARA!!,” tulis Gilang dalam Instagramnya, Senin (27/12/2021).
Selain itu, Gilang juga telah menyiapkan bonus tambahan berupa uang tunai Rp1 miliar bila Timnas Indonesia berhasil menjadi juara Piala AFF 2020.
Sekjen PSSI Yunus Nusi mengungkapkan, rasa terima kasihnya kepada Gilang Widya yang telah memberikan suntikan semangat berupa bonus. Bonus ini nantinya akan diserahkan Yunus yang akan bertolak ke Singapura pada Selasa besok untuk menemui pemain Timnas Indonesia yang berjuang di Piala AFF 2020.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
VinFast digugat di AS terkait proyek pabrik EV di North Carolina setelah penundaan dan dugaan pelanggaran kesepakatan investasi.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.