BMKG Ingatkan Hujan Lebat Lokal di Tengah Cuaca Kering
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Timnas Indonesia vs Singapura : Instagram : @PSSI
Harianjogja.com, JAKARTA - Final Piala AFF 2020 mempertemukan Tim Nasional (Timnas) Indonesia dengan Thailand. Uniknya, kedua tim itu tidak bisa mengibarkan bendera negara masing-masing sebelum kick-off. Mengapa? Sebab, Indonesia dan Thailand masih dalam hukuman WADA (Badan Antidoping Dunia). Alhasil, Timnas Indonesia dan Thailand tidak bisa mengibarkan bendera negara masing-masing sejak awal Piala AFF 2020.
Timnas Indonesia memilih lambang Garuda untuk menggantikan bendera Merah-Putih. Sementara itu, Thailand memakai logo timnasnya sebagai pengganti dari bendera negara mereka. Meski begitu, lagu kebangsaan kedua negara tetap berkumandang sebelum pertandingan. Ketidakberadaan bendera negara kedua finalis memang mengecewakan, tetapi pertandingan diprediksi akan tetap berjalan ketat sejak awal.
Sebagaimana diketahui, final akan berlangsung dalam dua leg di National Stadium, Singapura. Leg I akan berlangsung pada Rabu 29 Desember 2021, pukul 19.30 WIB. Selanjutnya, leg II akan berlangsung Sabtu 1 Januari 2021, pukul 19.30 WIB. Timnas Indonesia bukan unggulan di final Piala AFF 2020. Sebab, lawan Skuad Garuda adalah Thailand yang merupakan rajanya Piala AFF.
Thailand layak mendapatkan julukan itu karena merupakan tim tersukses dengan koleksi lima gelar juara. Sebaliknya, Timnas Indonesia belum pernah juara Piala AFF. Skuad Garuda sudah lima kali lolos ke final, sebelum edisi 2020, tetapi tidak pernah menjadi juara. Prestasi terbaik Timnas Indonesia di Piala AFF adalah menjadi runner-up pada 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016.
Piala AFF 2020 akan menjadi kesempatan emas bagi Timnas Indonesia untuk memutus rekor buruk itu. Jika Timnas Indonesia menjadi juara, gelar ini akan terasa makin manis karena diraih usai mengalahkan Thailand sebagai tim tersukses di Piala AFF.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Status manajer Kopdes Merah Putih diperdebatkan. Agrinas menyebut pegawai BUMN dengan PKWT 2 tahun, sementara Dony Oskaria membantah.
Harga emas perhiasan hari ini, Kamis 24 September 2026, stagnan. Harga 24 karat di Lakuemas Rp2,253 juta per gram.
Prakiraan cuaca hari ini dari BMKG menunjukkan hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia, disertai potensi kabut, petir, dan awan tebal.
Wacana kuliah gratis perlu mempertimbangkan perbedaan pengelolaan PTN Satker, BLU dan PTN-BH serta kemampuan fiskal negara.
Amran Sulaiman menegaskan beras ilegal harus diberantas karena merugikan 115 juta petani dan berpotensi mengganggu swasembada pangan.