Pemain PSIM Jogja Ungkap Momen Naik Barracuda Seusai Lawan Persib
Pemain PSIM Jogja menceritakan pengalaman unik naik barracuda usai menghadapi Persib Bandung di Stadion GBLA.
Jumpa pers mengenai laga KAFI FC vs UAD FC di Asprov PSSI DIY, Kamis (8/1/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Asprov PSSI DIY menjatuhkan sanksi larangan seumur hidup kepada pemain KAFI FC, Dwi Pilihanto Nugroho, usai melakukan pelanggaran keras dalam laga Liga 4 Piala Gubernur DIY, di Lapangan Sitimulyo, Bantul, Selasa (6/1/2026).
Pelanggaran tersebut terjadi saat Dwi mendaratkan kaki ke rahang pemain UAD FC, Amirul, dalam pertandingan di Lapangan Sitimulyo, Bantul. Insiden itu dinilai sebagai pelanggaran berat yang bertentangan dengan prinsip fair play dan keselamatan pemain.
Keputusan sanksi dijatuhkan berdasarkan laporan pengawas pertandingan, panitia pelaksana, serta merujuk pada kode disiplin dan laws of the game yang berlaku di PSSI.
Pemain UAD FC tersebut sempat melanjutkan laga usai terkena tendangan kungfu di wajahnya. Ia kemudian dibawa ke RSUD Kota Jogja usai laga untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Dari hasil rontgen di rumah sakit, tidak ditemukan adanya cedera serius pada Amirul.
“Kondisi pemain dari UAD FC, saudara Amirul, saat ini dalam kondisi yang baik meskipun masih merasakan sakit di rahang saat membuka mulut. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada cedera serius, namun tetap dalam pemantauan tim medis,” ujar Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendy Umar, Kamis (8/1/2026).
Kejadian itu juga berbuntut panjang bagi pelaku pelanggaran. Asprov PSSI DIY menjatuhkan sanksi larangan seumur hidup kepada Dwi untuk berkecimpung di seluruh kompetisi sepak bola di bawah naungan PSSI.
“Semua keputusan kemarin itu berdasarkan fakta di lapangan, dokumen, laporan pengawas pertandingan, panitia lokal, serta kode etik, kode disiplin, dan laws of the game. Ini pelanggaran serius terhadap fair play dan tidak bisa ditolerir,” tandasnya.
Pascakejadian, pihak KAFI FC juga disebut telah menunjukkan iktikad baik dengan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada tim UAD FC. Manajemen KAFI FC turut mengambil langkah tegas dengan memberhentikan pemain yang bersangkutan dari tim.
“Asprov PSSI DIY berharap insiden ini menjadi pembelajaran bagi seluruh insan sepak bola di DIY untuk menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan pemain dalam setiap pertandingan,” pungkas Wendy.
Asprov PSSI DIY menegaskan, pelanggaran yang membahayakan keselamatan pemain tidak akan ditoleransi di seluruh kompetisi sepak bola DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemain PSIM Jogja menceritakan pengalaman unik naik barracuda usai menghadapi Persib Bandung di Stadion GBLA.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.