KPK Periksa Bos Tempo Scan Group Terkait Dugaan Pemberian di Imipas
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong./Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemain keturunan Indonesia berdarah Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang bermain di klub Eropa adalah Emilio Audero Mulyadi.
Dari nama belakangnya, Mulyadi, yang kental dengan unsur Jawa bisa ditebak jika Emilio Audero adalah pemain keturunan Indonesia.
Siapa Emilio Audero Mulyadi? Pemain yang akrab dipanggil Emil ini adalah kiper klub Italia, Sampdoria. Emil memiliki darah keturunan Indonesia dari ayahnya Edy Mulyadi. Sedangkan ibunya yang bernama Antonella Audero berasal dari italia.
Emil dilahirkan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 18 Januari 1997. Setahun tinggal di Mataram, Emil kemudian diboyong orang tuanya ke Cumiana, kota asal ibunya di Italia. Emil tumbuh menjadi lelaki tinggi besar 192 cm yang posturnya cocok untuk seorang penjaga gawang. Karier Emil di sepak bola profesional diawali di Juventus pada 2016 hingga 2019. Sayang, persaingan ketat di Juventus membuat Emil terpinggirkan. Dia kemudian dipinjamkan ke Venezia dan berlanjut ke Sampdoria. Ternyata, Sampdoria menjadi takdir Emil hingga dipercaya sampai sekarang dengan caps 73 kali. Nama Emilio Audero Mulyadi santer diberitakan masuk program naturalisasi Timnas Indonesia . Kehadiran Emil diharapkan bisa menjadi benteng tangguh gawang Timnas Indonesia di masa depan.
Sayang, seiring perjalanan waktu, Emil secara terang-terangan menolak untuk membela Timnas Indonesia. Emil menolak dipanggil Timnas untuk menghadapi Piala AFF 2016. Penolakan Emil itu diungkapkan secara langsung oleh sang Ayah, Edy Mulyadi.
Alasannya, kata Edy, Emil bermimpi bisa tampil di Piala Dunia bersama Italia. Namun, persaingan ketat di bawah mistar Timnas Italia menyulitkan Emil bisa terpanggil berkostum Gli Azzurri. Edy pun menganggap bahwa bermain untuk Timnas Indonesia akan memperkecil kemungkinan putranya untuk bisa tampil di ajang empat tahunan tersebut. “Mimpi kali,” kata Edy ketika ditanya mengenai kemungkinan anaknya bergabung bersama skuad Garuda. “Kalau si Emil pengennya main di Piala Dunia, yang dia harus ambil ya di sana (Timnas Italia) dong, orang kita lolos Asia aja enggak, apalagi Piala Dunia, ga usah lah, apa sih penghargaannya di sini?” sambung Edy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
Status manajer Kopdes Merah Putih diperdebatkan. Agrinas menyebut pegawai BUMN dengan PKWT 2 tahun, sementara Dony Oskaria membantah.
Harga emas perhiasan hari ini, Kamis 24 September 2026, stagnan. Harga 24 karat di Lakuemas Rp2,253 juta per gram.
Prakiraan cuaca hari ini dari BMKG menunjukkan hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia, disertai potensi kabut, petir, dan awan tebal.
Wacana kuliah gratis perlu mempertimbangkan perbedaan pengelolaan PTN Satker, BLU dan PTN-BH serta kemampuan fiskal negara.
Amran Sulaiman menegaskan beras ilegal harus diberantas karena merugikan 115 juta petani dan berpotensi mengganggu swasembada pangan.