India Minta WhatsApp Tunda Fitur Username karena Risiko Penipuan
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Sirkuit Red Bull Ring di Austria saat menggelar grand prix Formula 1 tahun lalu sebelum adanya pandemi Covid-19./formula1.com
Harianjogja.com, JOGJA — Pembalap asal Rusia dan Belarusia diperbolehkan mengikuti lomba Formula 1 (F1), tapi tidak boleh bendera negara tersebut. Para pembalap asal Rusia dan Belarusia harus mengusung bendera netral.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden FIA, Mohammed Bin Sulayem. “Seperti yang Anda ketahui, FIA menyaksikan perkembangan di Ukraina dengan kesedihan dan keterkejutan dan saya berharap untuk resolusi yang cepat dan damai untuk situasi saat ini,” kata Bin Sulayem.
“Kami mengutuk invasi Rusia ke Ukraina dan pikiran kami bersama semua orang yang menderita akibat peristiwa di Ukraina. Saya ingin menekankan bahwa FIA, bersama dengan promotor kami, secara proaktif bertindak atas masalah ini pekan lalu dan berkomunikasi sesuai dengan Formula 1, Formula 2, WTCR dan International Drifting Cup. Versi terbaru dari Kalender Internasional FIA yang berbeda akan dipresentasikan pada pertemuan WMSC di Bahrain untuk disetujui,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
MTA Pakem dan RSA UGM gelar donor darah di Sleman. Diikuti 150 peserta, bantu penuhi kebutuhan stok darah.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Pemerintah targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi Oktober 2026 untuk dorong ekonomi desa dan distribusi bantuan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Polda Lampung gagalkan peredaran 5 kg sabu dan ekstasi di Bakauheni. Empat tersangka diamankan, termasuk oknum aparat.